7 Kesalahan Dalam Mengejar Karir

Meski setiap tugas dari atasan berhasil dikerjakan dengan baik, tapi tanda-tanda mendapatkan promosi tak kunjung datang. Mungkin kesalahan tidak hanya ada di posisi anda, tapi juga faktor lingkungan kerja. Jika jenjang karir yang ingin anda kejar saat ini, maka anda perlu mewaspadai beberapa hal yang bisa menjadi batu sandungan berikut ini:

Semua Dimasukkan ke Hati
Tidak semua orang beruntung bekerja di lingkungan yang ideal. Seringkali kita harus menghadapi rekan kerja yang malas atau atasan yang cerewet. Agar “kerikil-kerikil” tersebut tidak mengganggu kinerja kita, semua hal yang menjengkelkan jangan dimasukkan ke hati. Tetaplah fokus pada tujuan dan jangan biarkan hal itu mengganggu konsentrasi.
 
Kurang Bertanya
Seorang reporter baru di sebuah koran ternama berbagi kiat suksesnya, “Teman-teman di kantor baru saya tidak pernah mengajari saya bagaimana mejadi wartawan yang baik. Akhirnya di kantor saya yang banyak bertanya dan menimba ilmu dari para senior,” ujarnya. Jadi, jika anda merasa “sendirian” dalam mengerjakan sebuah tugas dari atasan, jangan ragu untuk bertanya dan jangan takut untuk meminta penjelasan jika jawaban yang diberikan kurang memuaskan. Asal anda tahu, para atasan sebenarnya lebih suka diberi pertanyaan daripada harus mengoreksi kesalahan.
 
Jangan Disembunyikan
Presentasi yang anda lakukan mendapat apresiasi positif dari klien? Atau anda berhasil meraih prestasi tertentu di luar pekerjaan? Jangan disembunyikan, sampaikan pada atasan agar mereka mengetahui potensi yang anda miliki.
 
Terlalu Perfeksionis
Menjadi seorang perfeksionis memang bukan sebuah dosa, namun anda tidak harus melakukannya jika sampai mengorbankan pekerjaan. Misalnya saja karena tidak ingin ada kesalahan tipografi dalam proposal, anda sampai melakukan cek berulang-ulang sehingga pekerjaan lain terbengkalai.
 
Takut Negosiasi
Kesalahan umum yang sering dilakukan karyawan wanita di dunia kerja adalah tidak berani bernegosiasi. Banyak karyawan yang merasa takut untuk mengemukakan sesuatu padahal itu demi kepentingannya sendiri. Ingin mengajukan permohonan cuti, naik jabatan, naik gaji, atau mengerjakan sebuah tugas dari atasan? Jangan cepat menyerah untuk mengajukan tawaran.
 
Terperangkap Dalam Tugas Administratif
Apakah selama bertahun-tahun tugas anda hanya berkisar pada menjawab telepon, mengatur arsip dan mencatat surat yang masuk? Jika iya, maka anda berada jauh dari impian untuk meraih jenjang karir yang lebih tinggi. Kini tiba saatnya bagi anda untuk mencari tantangan lebih dengan mengerjakan tugas lain yang menonjolkan kemampuan dan mengasah potensi anda. Lakukan sekarang juga.
 
Selalu Melihat ke Atas
Demi mengejar karir tentu kita harus bekerja maksimal agar atasan menilai kita dengan baik. Tapi sebaiknya jangan lupakan kolega anda, yakni teman-teman satu tim. Ada lho karyawan yang rela mengklaim sebuah proyek sebagai prestasinya meskipu sebenarnya itu merupakan kerja keras sebuah tim. Jangan sampai karena ingin menyenangkan hati atasan, kita mengorbankan teman.

Kreativitas dan ‘mood’

Ada sebagian orang yang tiba-tiba menjadi sangat kreatif jika sedang ‘mood’. Sehingga mereka selalu mengandalkan ‘mood’ dalam proses kreatifnya. Padahal kondisi ini tidaklah menguntungkan karena bisa-bisa pekerjaan anda tidak akan selesai. Jika untuk kreatif saja anda harus menunggu mood maka anda tidak bisa bekerja secara optimal dan maksimal.

Sebenarnya kreativitas dapat dicari dan diusahakan tanpa harus menunggu mood. Orang-orang yang asli kreatif tidak tergantung pada mood karena dalam suasana apapun dia akan selalu kreatif.

Ada beberapa ciri-ciri orang yang kreatif dalam hal kreativitas simak berikut ini.

Dorongan untuk mengetahui sesuatu selalu besar
Mereka akan senantiasa mencari jalan keluar agar rasa ingin tahunya terjawab. Faktor kemampuan, kemauan dan lingkungn sangat mempengaruhi. Tetapi biasanya mereka yang kreatif akan selalu mampu mengatasinya.

Selalu ingin melakukan perubahan
Orang-orang yang kreatif selalu mampu menciptakan perubahan bagi dirinya sendiri serta orang lain. Ide-ide yang muncul di kepalanya selalu baru dan orisinil. Mereka tidak akan kehilangan sumber kreativitas meski sedang bad mood.

Bersikap terbuka
Mereka yang kreatif selalu mampu menciptakan perubahan dan selalu terbuka dengan segala bentuk perubahan yang ada. Mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya secara mudah dan situasi yang baru. Setiap kritikan dan saran akan selalu dijadikan sebagai tolok ukur mereka. Saat melihat kondisi yang ada mereka sangat kritis. Karena keterbukaannya, merek tidak segan-segan melontarkn saran dan pendapatnya terhadap suatu keadaan.

Keinginan untuk bertanya dan menjawab cukup besar
Orang-orang kreatif memang jarang sekali bersikap diam. Jika ada sesuatu yang mengusik pikirannya maka mereka akan menanyakan sampai mendapat jawaban yang jelas. Mereka tidak pernah puas dengan hanya mendengar satu jawaban sehingga mereka akan mencarinya sampai mendapat jawaban yang memuaskan. Dalam menghadapi setiap permasalahan maka dia akan mencari jawaban untuk menyelesaikannya hingga tuntas.

Jadi kreativitas merupakan hal yang sangat berharga bagi anda yang bekerja di bidang kreatif. Jika anda memiliki masalah dengan kreativitas maka anda bisa mulai terapkan kebiasaan dan ciri-ciri orang yang kreatif.

Semoga berhasil !!

Mahoni vs Bambu

Alkisah disuatu desa yang begitu rindang, yang dipenuhi dengan perpohonan disekitarnya, tumbuhlah sebuah pohon mahoni yang begitu besar, menjulang tinggi seolah-olah ingin memberitahukan dunia betapa kuatnya dia, yang terlihat gagah.Tampak dia begitu memancarkan pesona wibawa bagi siapapun yang melihatnya. Tak jauh dari tempat pohon mahoni itu berada, tumbuhlah sebatang bambu yang mendampingi pohon mahoni tersebut. Namun apabila dilihat dari kasat mata, sungguh suatu pemandangan yang begitu kontras, bagaikan langit dan bumi, pohon mahoni yang begitu gagahnya dengan ranting-ranting besar yang menghiasinya, dan sebatang bambu yang begitu ramping, dengan dahan yang melengkung ke bawah.

Walaupun mereka berbeda, namun mereka selalu hidup berdampingan, sang bambu yang rendah hati selalu menyapa pohon mahoni setiap harinya, mereka berbincang dan berbincang. Pohon mahoni selalu suka menyombongkan dirinya, betapa besar dan hebatnya dia, sang bambu tidak pernah jemuh untuk mendengarkan kesombongan si pohon mahoni sambil tersenyum dia selalu membalasnya dengan pujian dalam ketulushatiannya.

Suatu malam hujan deras menguyur desa tersebut disertai angin yang berhembus dengan kencangnya. Suara gemuruh guntur turut membuat suasana cekam malam hari itu, banyak pohon-pohon bertumbangan, karena tidak kuat menghadapi hembusan angin kencang. Si pohon mahoni dan bambu pun turut terkena terpaan angin kencang, mereka mencoba bertahan dan berusaha untuk tidak tumbang.

Sang pohon mahoni yang panik, berusaha menahan angin kencang tersebut dengan badan nya yang besar. Namun badannya tidak cukup besar untuk menahan laju angin yang begitu kencang, dan akhirnya tumbanglah pohon mahoni tersebut.

Sang bambu yang berada disampingnya pun terkena tiupan angin kencang, namun dia tidak menahan deruan angin kencang, dia hanya mengikuti kemana pun arah tiupan anginnya, dengan fleksibelnya dia bergemulai dengan hembusan angin, dan akhirnya angin kencang telah berlalu, sebatang bambu tetap tumbuh dengan indahnya, disamping pohon mahoni yang tumbang akibat terpaan angin kencang.

Pesan Moral:

Dalam pencapaian sukses, manusia selalu dihadapi oleh realitas masalah yang selalu datang silih berganti. Namun menjadi insan yang sukses harus mampu menghadapi masalah tersebut dengan kefleksibelan diri kita mengikuti dan mengetahui sebenarnya masalah yang sedang kita hadapi dan melakukan penyelesaian dengan fleksibel.Seperti sebatang bambu yang mengikuti terpaan angin dengan fleksibel, begitu juga kita harus menyikapi masalah dan tidak kaku akan satu penyelesaian saja. Karena apabila kita hanya monoton, dan menggangap kita hebat tanpa berusaha fleksibel, dengan memberikan solusi yang sama pada suatu masalah, niscaya kita akan tumbang seperti pohon mahoni yang besar.

Spirit

Spirit ada di udara, mudah terasa dan tercium. Bagi sebagian orang,
spirit tidak sulit diciptakan. Terkadang hanya perlu “dipancing” dengan
gorengan di sore hari atau kebersamaan saat lembur sampai pagi
.
Namun, di beberapa organisasi tertentu, terasa bahwa spirit ini sulit
dikembalikan, walaupun sudah “diangkat” dan “ditarik-tarik” . Organisasi
yang penuh birokrasi, misalnya, sering membuahkan karyawan
yang terlalu berhati-hati, “cari selamat”, terlalu berhitung, takut
berubah, hanya menunggu ide untuk berubah dari orang lain dan enggan
mengeluarkan ide baru.
Tidak ada dinamika, kewaspadaan dan kenikmatan
untuk berinisiatif lagi.

Bila kita terjebak berada dalam organisasi seperti ini, namun secara
pribadi memiliki spirit yang kuat, kita tentunya bertanya-tanya, apakah
saya nanti tidak aneh sendiri ? Bukankah spirit itu bersumber
dari suasana kerja tim ? Akankah kita bisa mempertahankan spirit yang
segar dari waktu ke waktu ? Bagaimana menyuntikkan spirit ke dalam diri
sendiri, bahkan sampai mempengaruhi organisasi ?
Ingat umur
Bila kita sudah kehilangan spirit bekerja, ingatlah umur. Bayangkan
profesional seperti Martha Tilaar, yang berusia 70 tahun, tetapi
semangatnya serasa 30 tahun. Beliau mengisi kehidupan karirnya dengan
passion dan urgensi. Berapa usia kita sekarang ? Masih berapa tahunkan
kita harus berproduksi ? Bila sekarang saja semangat kita sudah kempis,
bagaimana kita akan giat berkarya pada tahun-tahun mendatang ?

Hati-hati dengan “menerima apa adanya”
Bayangkan sebuah rapat yang ‘garing’, tidak bersemangat, di mana
kebanyakan orang tidak mempunyai persiapan materi yang menantang, hanya
menjawab bila ditanya atasan, tidak mempunyai ide dan pasrah
menjalankan kehidupan perusahaan apa adanya. Saat seseorang mengemukakan
ide berbeda, semua pandangan menghujam padanya. Dan si kreatif ini
bisa-bisa kemudian meragukan idenya. Kita
lihat bahwa sikap ‘menerima apa adanya’ bisa mematikan spirit sehingga
perlu diwaspadai dan diperangi.

Pandanglah ke depan
Bukan saja enterpreneur seperti William Soeryajaya ( Astra ) , Oom Liem ,
Henry Ford (Ford Motor Comp), Bill Gates (Microsoft Corp), Larry Page dan Sergey Brin (Google) yang mempunyai
kemampuan untuk memandang ke depan, kita pun bisa !
Kita selalu bisa melakukan benchmark ke perusahaan yang mempunyai aspek
yang bisa ditiru. Kita pun selalu bisa memiliki obsesi untuk
meningkatkan produktivitas kita sebagai individu, kelompok atau
bahkan perusahaan. Bacaan-bacaan mengenai best practice profesi dan
perusahaan serupa tidak terbatas jumlahnya. Dari sini kita bisa
menumbuhkan mood untuk maju, mentransfer dan merealisasikan ide dan
berobsesi untuk lebih sukses.

Bertanyalah “bagaimana caranya ?”
Bisnis dan situasi negara kita sekarang membutuhkan produk baru, cara
dan metode produksi, pasar baru, kecepatan, transfer kekuatan, dan
informasi. Bagaimana mungkin kita tinggal diam dan menunggu ?
Kita bisa mengaktifkan otak dan selalu mencari cara baru. Seberapa pun
kecil peranan kita di perusahaan, bantulah untuk memikirkan improvement,
karena hal ini pasti akan berguna bagi perusahaan, tim
dan diri Anda sendiri. Selain itu, kekuatan spirit Anda akan terasa oleh
atasan. Dengan demikian kita secara tidak langsung membuat harapan baru
bagi diri sendiri setiap saat dan terbiasa menanggulangi ancaman.
Dibeberapa perusahaan seperti Astra International bahkan aktif dengan kegiatan QCC nya yang menghasilkan inovasi yang bahkan membuat kagum prinsipalnya yang dari Jepang.
Kembangkan mindset “memulai”
Menjadi orang yang pertama maju ke depan memimpin diskusi, memberi
tanggapan atau email kolega, mengirimkan notulen rapat ke pelanggan yang
baru dikunjungi, sama sekali tidak sulit
. Dampaknya terhadap diri
sendiri-lah yang lebih besar. Kita akan mendapatkan apresiasi orang
lain, dipandang sebagai orang yang gesit. Bayangkan kalau kita selalu
menjadi orang yang pertama menyapa ‘halo’ di setiap kontak dengan orang
lain. Kita pasti akan menebar semangat. Dan, untuk diri sendiri, kita
akan menumbuhkan semangat ekstra sebagai pemulai dan penyerang, tidak
sekadar responsif. Bersyukur jika perusahaan telah memberi anda pelatihan
” 7 Habit “, dimana proaktif merupakan modul pertama yang bisa anda kembangkan.
Cintai teknologi
Pemrosesan data, jaringan internet, telekomunikasi, tidak pernah bisa
kita hindari. Teknologi juga berkembang sedemikan pesat sehingga sulit
diikuti. Rasanya baru beberapa tahun saja kita menikmati teknologi GPRS,
CDMA, sekarang kalau tidak ber-3G- ria, rasanya kuno. Baru saja kita
menikmati iPod, sekarang kita perlu bersiap-siap memahami iPhone. Bila
kita sedikit berusaha untuk menyukai dan memperdalam teknologi, kita
secara tidak langsung terpaksa mengadaptasi derap inovasi dan perubahan
dari perkembangan teknologi. Menjaga agar tetap ber-spirit ibarat
menjalankan dinamika kehidupan seorang artis. Seorang artis tidak pernah
berhenti memperhatikan, berpikir, mengembangkan ide, bereksperimen,
mencari ide baru, antusias, bekerja tak kenal waktu dan
berupaya
menciptakan sesuatu yang unik dan baru.

Jadilah orang yang senantiasa hidup dengan spirit.

Hidup akan terasa lebih artistik.

Best regards,

Laurentius Haryanto

Mencari Titik Terang

Kesenangan seorang anak pada seekor serangga semacam belalang mungkin bukan hanya dialami di negara kita yang tropis seperti yang dulu kita alami saat kecil dan banyak memiliki jenis yang sangat banyak. Senang menangkap, memasukkan kedalam toples, plastik atau sengaja didiamkan dalam kamar. Hal ini ternyata sangatlah menarik ketika kita amati.Ketika binatang tersebut dilepaskan, selalu saja mengarah pada tempat yang lebih terang baik berupa lobang, sinar lampu, jendela atau pintu sekalipun. Ini mungkin kita akan menganggap hanya saja sebagai naluri seekor binatang, Tidak lebih! Namun jika kita kaji lebih jauh atau lebih dalam lagi, itu sebagian pesan isyarat dari alam yang seharusnya kita teladani. Belalang melakukan usaha / proses menuju tempat terang, dengan harapan dapat bebas kembali.

Proses menuju terang tersebut dapat kita lakukan dengan penuh kesadaran. Kita drive diri kita, pemikiran kita, harapan-harapan kita menuju tempat lebih “terang” seperti halnya serangga tangkapan anak kita. Ada proses perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Tanpa henti. Tiada kata menyerah, untuk berbenah.

Kita lihat belalang, saat dia tertangkap, kita bawa kedalam rumah. Coba kita lepaskan! Dia akan terbang, melompat. Dia menuju jendela atau pintu. Bahkan bisa saja tersesat atau tertipu menuju lampu. Berulang usaha tersebut, dilakukan. Tanpa kenal menyerah. Kekuatan dikerahkan dengan sebenarnya. Bahkan sangat maksimal. Belalang tersebut punya target keluar dari rumah dengan melewati titik terang yang dia lihat. Apakah usaha ini selalu berhasil. Tidak! Banyak yang gagal, namun tak patah semangat dia melakukan. Lihat, saat dia terbang dan menabrak kaca. Pastilah dia kesakitan, namun dia tidak begitu saja menyerah. Tanpa disertai rasa kuatir gagal. Yach…dia sudah melakukan suatu tugas “ihtiar” dengan sekuat kemampuannya.
Ini benar-benar sesuatu yang kadang mengalahkan kita “seorang manusia”. Kalau kita cermati, usaha kita dalam mencapai tujuan tidak jauh berbeda dengan belalang tadi. Namun dalam hal ketakutan dan kekuatiran, kita sama-sama yakin kalau kita manusia jauh terbebani. Ketika menghantam sedikit saja dalam masalah, kadang manusia sudah menjadi putus harap patah semangat. Mestinya dengan kita ihtiar sekuat-kuatnya, kita sertai dengan doa, kita harus serahkan hasilnya kepada Tuhan, karena tugas kita selaku manusia bukan menentukan hasil akhir tetapi berusaha sekuat tenaga mencapai hasil akhir sesuai harapan.

Ketika belalang tidak berhasil keluar dari rumah, dia mungkin akan mati didalam rumah. Bisa jadi menjadi mainan dan bulan-bulanan anak kita. Atau diterkam oleh kucing kesayangan kita. Ketika belalang berhasil keluar dari rumah, maka dia harus usaha lebih kuat lagi mempertahankan hidupnya. Dan tentu dengan tantangan yang lebih besar lagi. Apakah ketika belalang gagal keluar rumah dia hanya bisa pasrah atas keadaannya? Tidak dia masih punya usaha yang kuat. Saat didekati oleh anak kita akan ditangkap, dia berusaha loncat, terbang lagi, menghindar. Sama halnya ketika akan diterkam kucing kesayanagan kita.

Kalau dia selamat dan masih bertahan hingga pagi, mungkin masih bisa keluar dari rumah tersebut, saat anak-anak kita masih tertidur pulas. Saat pintu atau jendela kita buka pertama kali. Atau bahkan atas bantuan seseorang mengeluarkan dari dalam rumah. Sehingga kecerahan dia dapatkan.Hari ini kita belajar dari seekor serangga yang tak kenal lelah, tak kenal menyerah…. dan kita telah diajari bahwa kita harus selalu mencoba dan mencoba tiada henti. Kita harus bisa meniru, bahwa tugas kita bukan penentu hasil akhir. Tapi berusaha sekuat tenaga dan berdoa. Hasil akhir kita serahkan kepada Tuhan.