benih padi..

kau tak tahu, jiwaku terluka…
ketika kau injak-injak sawah mungilku
yang tlah kurawat hati-hati separuh masaku
 
kau tak tahu, jiwaku terluka…
ketika kau hancurkan benih-benih padiku
yang mulai menghijau satu-satu
 
kau tak tahu, jiwaku terluka…
ketika kau bakar padi-padi suburku
yang hanya sepetak itu
 
kau tak tahu, jiwaku terluka…
ketika kumohon setetes air pelepas dahaga
tapi kau balas dengan ini semua…
 
kini,
kucoba punguti satu… satu…
bulir padi yang mungkin masih bisa kutemu
benih padi yang mungkin masih bisa tumbuh
dan kucoba lagi semua tetes keringat payahku
untuk menanam dan merawat sawahku lagi, di sisa-sisa masaku
 
semoga saja masih ada waktuku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s