Cinta yang AGUNG

Lebih baik menunggu orang yang kamu
cintai
DARIPADA orang
yang berada disekelilingmu
 
Lebih baik menunggu orang yang tepat
karena
hidup ini terlalu
singkat
untuk dibuang dengan hanya dengan
‘seseorang’
 
CINTA yang AGUNG?
Adalah ketika kamu meneteskan air mata
dan
MASIH peduli terhadapnya
 
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu
dan
kamu MASIH menunggunya
dengan
setia …
 
Adalah ketika dia mulai mencintai orang
lain
dan kamu MASIH bisa
tersenyum sembari berkata
‘Aku turut
berbahagia
untukmu’
 
Apabila cinta tidak berhasil …
BEBASKAN
dirimu …
Biarkan hatimu kembali melebarkan
sayapnya
dan terbang ke alam bebas
LAGI

Ingatlah … bahwa kamu mungkin
menemukan
cinta dan kehilangannya
tapi…ketika cinta itu mati … kamu
TIDAK perlu
mati bersamanya…

 

Advertisements

Antara Kopi dan Cangkirnya..

Salah satu kebiasaan saya adalah membaca berbagai buku, artikel dan majalah yang memperkaya jiwa.  Saya memilih melakukan hal ini dari pada menghabiskan waktu sekedar membaca berita selebritis.  

Kali ini artikel di layar monitorku berasal dari salah seorang teman di milis alumni kampus.  

Kubaca pelan-pelan, karena dari awal isinya sudah menawarkan kedalaman.

Berikut isi imel tersebut, yang ternyata dikutip dari SWA 16/XX1I/10-23 Agustus 2006.

Sekelompok alumni sebuah universitas mengadakan reuni di rumah salah seorang profesor favorit mereka yang dianggap paling bijak dan layak didengarkan. Satu jam pertama, seperti umumnya diskusi di acara reuni, diisi dengan menceritakan (baca: membanggakan) prestasi di tempat kerja masing-masing.  

Adu prestasi, adu posisi dan adu gengsi, tentunya pada akhirnya bermuara pada berapa $ yang mereka punya dan kelola, mewarnai acara kangen-kangenan ini. Jam kedua mulai muncul guratan dahi yang menampilkan keadaan sebenarnya.  Hampir semua yang hadir sedang stres karena sebenarnya pekerjaan, prestasi, kondisi ekonomi, keluarga dan situasi hati mereka tak secerah apa yang mereka miliki dan duduki.

Bahwa dolar mengalir deras, adalah sebuah fakta yang terlihat dengan jelas dari mobil yang mereka kendarai serta merek baju dan jam tangan yang mereka pakai. Namun dilain pihak, mereka sebenarnya sedang dirundung masalah berat, yakni kehilangan makna hidup.  

Di satu sisi mereka sukses meraih kekayaan, di sisi lain mereka miskin dalam menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri.  

They have money but not life.

Sang profesor mendengarkan celotehan mereka sambil menyiapkan seteko kopi hangat dan seperangkat cangkir.  Ada yang terbuat dari kristal yang mahal, ada yang dari keramik asli Cina oleh-oleh salah seorang dari mereka, dan ada pula gelas dari plastik murahan untuk perlengkapan perkemahan sederhana.   Serve yourself,  ” kata profesor, memecah kegerahan suasana.  

Semua mengambil cangkir dan kopi tanpa menyadari bahwa sang profesor sedang melakukan kajian akademik pengamatan perilaku, seperti layaknya seorang profesor yang senantiasa memiliki arti dan makna dalam setiap tindakannya. Jika engkau perhatikan, kalian semua mengambil cangkir yang paling mahal dan indah.  

Yang tertinggal hanya yang tampaknya kurang bagus dan murahan. 

Mengambil yang terbaik dan menyisakan yang kurang baik adalah sangat normal dan wajar.  Namun, tahukah kalian bahwa inilah yang menyebabkan kalian stres dan tidak dapat menikmati hidup ? ” sang profesor memulai wejangannya.  

Now consider this: life is the coffee, and the jobs, money and position in society are the cups.  

They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.  

Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided,

 kali ini kalimatnya mulai menekan hati.  So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead, demikian ia berkata sambil mempersilakan mereka menikmati kopi bersama.

Sesederhana itu rupanya. Profesor yang bijak selalu membuat yang sulit jadi mudah, sedangkan politikus selalu membuat yang mudah jadi sulit.  

Betapa banyak di antara kita yang salah menyiasati hidup ini dengan memutarbalikkan kopi dan cangkir. Tak jelas apa yang ingin kita nikmati, kopi yang enak atau cangkir yang cantik.

Ada tiga tipe pekerja (baca: profesional dan pengusaha) yang sering kita lihat dalam menyiasati kopi dan cangkir kehidupan ini.  

Pertama, pekerja yang sibuk mengejar pekerjaan, jabatan yang akhirnya hanya bertumpu pada kepemilikan jumlah dan kualitas cangkir kehidupan.  

Paradigmanya sangat sederhana, semakin banyak cangkir yang dipunyai, semakin bercahaya. Semakin bagus cangkir yang dimiliki tidak akan mengubah rasa kopi menjadi enak.   Fokus hidup hanya untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas cangkir.  Ini yang menyebabkan terus terjadinya persaingan untuk menambah kepemilikan.  Sukses diukur dengan seberapa banyak dan bagus apa yang dimiliki.  Kala yang lain bisa membeli mobil mewah, ia pun terpacu mendapatkannya.  Alhasil, tingkat stres menjadi sangat tinggi dan tak ada waktu untuk membenahi kopi.  Semua upaya hanya untuk bagian luar, sedangkan bagian dalam semakin ketinggalan.

Kedua, pekerja yang menyadari bahwa kopinya ternyata pahit -artinya hidup yang terasa hambar; penuh kepahitan, dengki dan dendam; serta tak ada damai dan kebahagiaan- mencoba menutupnya dengan menyajikannya dalam cangkir yang lebih mahal lagi.  

Pikirannya juga sangat mudah, kopi yang tidak enak akan terkurangi rasa tidak enaknya dengan cangkir yang mahal.  Rasa kurang dicintai rekan kerja, dikompensasi dengan mengadopsi anak asuh dan angkat.  Tak merasa diperhatikan, dibungkus dengan memberikan perhatian pada korban gempa di Yogyakarta.  Tak menghiraukan lingkungan, ditutup halus dengan program environmental development yang harus diresmikan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup Tak memperhatikan orang lain dengan tulus, dibalut dengan program community development yang wah.  Kalau tidak hati-hati, akan muncul pengusaha kaum Farisi yang munafik bagai kubur bersih, tapi di dalamnya sebenarnya tulang tengkorak yang jelek dan bau.

Ketiga, ada pula pekerja yang berkonsentrasi membenahi kopinya agar lebih enak, semakin enak dan menjadi sangat enak.  

Tipe ini tak terlalu pusing dengan penampilan cangkir. Pakaian yang mahal dan eksklusif tak mampu membuat borok jadi sembuh. Makanan yang mahal tak selalu membuat tubuh jadi sehat, malahan yang terjadi acap sebaliknya. Fokus pada kehidupan dan hidup menyebabkan ia dapat santai menghadapi hari-hari yang keras.  la tak mau berkompromi dengan pekerjaan yang merusak martabat, sikap dan kebiasaan.  Menyuap yang terus-menerus dilakukan hanya akan membuat dirinya tak mudah bersalah kala disuap.  Fokus pada kopi yang enak, membuat ia tak mudah menyerah pada tuntutan pekerjaan, tekanan target penjualan yang mengontaminasi karakternya.  Baginya, ini adalah kebodohan yang tak pernah dapat dipulihkan.

Profesor hidup lain lagi pernah berpetuah, Take no thought for your life,  what you shall eat or drink,  nor your body what you shall put on.  Is not the life more than meat and the body than raiment ? ”   

Kalau kita tidak sadar, kita bakal terjerembap: mengkhawatirkan cangkir padahal seharusnya kita fokus pada kopi.

Karir kadang membuat seseorang menyingkirkan segalanya, yang dianggap tidak penting bagi karir, atau bahkan dirasakan menyita waktu dan mengganggu. Terkadang sekedar say hello kepada orang tua yang sudah membesarkannya pun sering kali seseorang lupa. Masih sambil menatap kosong ke layar monitor,  Saya pun mengangkat ponsel, dan menelepon ibu.  Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa ternyata ada kerinduan yang selama ini saya abaikan.

Enjoy your coffee, my friend !

sabar dalam mencapai tujuan hidup

Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu pedang itu bertapa.

Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. “Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru.”
Sang Guru mengangguk-angguk.

Tanya anak muda, “Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?”
Jawab guru, “Hemm, barangkali sepuluh tahun”

Tanya anak muda, “Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya.”
Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?”
Jawab guru, “Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun.”

Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya.

Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan,
“Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berapa lama waktu yang saya perlukan?”

Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, “Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun.”

Pesan Moral:

Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita.
Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.

karakter ‘PEMIMPIN’

Apa yang membedakan seorang manajer yang memiliki karakter “pemimpin” dengan manajer “biasa” walaupun ia telah mengikuti berbagai macam pelatihan kepemimpinan yang sangat keras? Mengapa ada pemimpin yang seperti ditakdirkan sebagai orang besar, sedangkan ada pemimpin lainnya disalahkan atau menyalahkan diri karena memimpin secara biasa-biasa saja.

Jika menurut anda perbedaan tersebut hanya terletak pada “keberuntungan” atau”kesempatan” , pendapat anda tidak sepenuhnya benar. Hanya sebagian kecil dari pemimpin sukses mencapai keberhasilan besar melalui keberuntungan dan kesempatan.Berdasar kan suatu data statistik, banyak pemimpin besar meraih keberhasilan dalam pekerjaan dan kehidupannya melalui seperangkat hukum kepemimpinan yang mendetail dan merupakan prinsip-prinsip yang telah diujicobakan. Sedangkan manajer “biasa”, tanpa mengecilkan usaha mereka dalam menjalankan sistem kepemimpinan lain yang cukup beragam, pada kenyataannya tidak mempunyai banyak kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin sejati. 

Dengan menerima 4 dari kesepuluh prinsip ini atau paling tidak sebagian besar darinya, kesuksesan berada tak jauh dari anda. Berikut adalah ringkasan 4 dari 10 hukum kepemimpinan yang telah diterima dan dikembangkan oleh pelaku-pelaku bisnis dengan landasan yang cukup kuat sehingga memungkinkan seorang manajer “biasa” membuat satu lompatan besar menjadi seorang”pemimpin” .

 

 

Hukum 1–Pemimpin memiliki visi
Visi adalah kunci untuk memahami kepemimpinan. Seorang pemimpin sejati tidakpernah kehilangan kemampuan seperti yang dimiliki anak-anak:berimajin asi/bermimpi. Dan ini mereka ujudkan dalam bentuk visi; yaitu impian tentang masa depan; atau seperti melihat sebuah lukisan besar yang mana pemimpin itu sendiri ikut melukis suatu bagiannya. Dengan demikian,visi menjadi sebuah tantangan dunia bagi setiap pemimpin untuk membuat jejak langkah di sana, melalui kekuatan ide, kepribadian, nilai-nilai diri, dan harapan.
Bagi kepemimpinan dan pengikutnya, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan dan memotivasi orang daripada visi untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa.Maka, kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk meraih tujuan yang diminati oleh sebagian besar kelompok tersebut.
Di lain pihak, tujuan tersebut menguntungkan bagi mereka. Oleh karena itu, visi bersama haruslah menjadi perasaan yang komperehensif tentang posisi, arah,dan cara hidup untuk meraih tujuan, dan apa yang akan dilakukan ketika tujuan itu teraih.
Visi seperti api ungun di perkemahan, dimana orang-orangberkumpu l mengelilinginya karena cahaya, energi, kehangatan, dankebersamaan. Meski visi adalah impian, namun visi harus fokus dan khas. Visi yang terlalu luas akan membuat pemimpin seolah-olah berada di awang-awang dan kehilangan keberanian untuk mencoba.
Visi anda harus berpijak pada kenyataan sehinggatujuan bisa diraih dengan sukses dan tidak mematahkan semangat anda dan orang-orang di sekitar anda.
 

Hukum 2–Pemimpin memiliki disiplin.
Di dunia ini berlaku hukum tak tertulis, apakah kita akan mendisiplinkandiri sendiri atau yang akan didisiplinkan oleh orang lain. Keberhasilan yang berlangsung terus menerus tidak bisa diraih tanpa disiplin, ketekunan, danusaha. Disiplin merupakan mandat bagi pemimpin untuk meraih tujuan dan visi-visinya. Salah satu kesalahan besar generasi kita adalah tidak terlalu menghargai pentingnya kedisiplinan.
Banyak orang terpengaruh oleh budaya superfisia lyang cenderung menolak segala bentuk pengekangan, dan mengikuti dorongan alami diri kita untuk bersikap santai. Kita dengan mudah melupakan fakta bahwa segala sesuatu dalam hidup tidak mungkin diraih tanpa disiplin.
Sangat sering terjadi seorang pemimpin meraih sukses pada tingkat tertentu,dan kemudian berhenti dan kehilangan semangat bertarung. Mereka harus kembali pada titik start mereka. Ini dikarenakan mereka kehilangan milikmereka yang berharga, yaitu, kedisiplinan diri.
 

Hukum 3–Pemimpin memiliki kebijaksanaan
Pengetahuan dapat diingat, sedangkan kebijaksanaan menembus batas-batas fisik. Kebijaksanaan adalah sesuatu yang memudahkan kita untuk menggunakan pengetahuan secara benar. Kita hidup di jaman ledakan pengetahuan. Berbagai studi memperlihatkan bahwa setengah dari pengetahuan manusia telah ditemuan satu dekade yang lalu dan seterusnya.
Lebih lanjut, pengetahuan kita akan berlipat ganda pada dekade terakhir.Pemimpin yang efektif selalu mengembangkan pengetahuannya dengan membaca.Mereka mengumpulkan fakta yang diperlukan sehingga tidak terbatasi dirinya dalam mengambil keputusan. Dengan berpengetahuan, seorang pemimpin tidak takut, ragu-ragu, atau khawatir dalam menyelesaikan pekerjaan, dan terbantu untuk mengatasi banyak masalah, sekaligus merupakan alat untuk berproses.
Kebijaksanaan adalah bagaimana menggunakan pengetahuan yang dimiliki dengan sebaik-baiknya, dan mengembangkan kemampuan untuk menyatakan pendapat.Seorang pemimpin yang efektif memiliki penglihatan kebijaksanaan bukan dari matanya, namun dari dalam dirinya. Kebijaksanaan menuntun diri seorangpemimpin untuk mengenali suatu masalah terlebih dahulu sebelum masalah ituterlanjur menjadi besar.
 

Hukum 4–Pemimpin memiliki keberanian
Keberanian seringkali diungkapkan dengan istilah yang berbeda-beda. Ada yang menyatakannya dalam istilah: kegagahan, kepahlawanan, kecerdikan. Tetapi apapun namanya, keberanian tidak pernah dapat didefinisikan. Keberanian adalah suatu jalan untuk mengekspresikan kekuatan di dalam diri kita, inti dari pikiran kita untuk melawan semua keganjilan, peneguhan bagi kita untuk tetap bertahan pada posisi tersebut.
Tingginya gunung Himalaya menantang keberanian seorang pendaki. Kesulitan pekerjaan memotivasi seorang pemimpin, dan kebutuhan akan bersaing memberikan inspirasi bagi pemimpin. Kepemimpinan sejati adalah mengatakan”ya” untuk hidup, tidak menghindar ketika tugas memanggil.
Keberanian adalah bertindak dalam ketakutan, bukan tanpa ketakutan. Keberanian adalah melakukan hal yang ditakutkan. Jika anda melakukan sesuatu tanpa takut, itu bukan keberanian.Kepemimp inan adalah perjuangan yang memerlukan keberanian. Memiliki keberanian berarti melakukan sesuatu yang diyakini benar, dan bersedia menanggung segala resikonya.
Ada beberapa alasan untuk menciptakan keberanian: pemimpin sejati ingin hidup untuk sebuah alasan yang benar danluhur. Pemimpin sejati sadar bahwa orang memperhitungkan mereka, organisasidan tim mereka, bahkan keluarga mereka. Pemimpin sejati selalu menjagavisinya menyala dalam dirinya. Inilah yang menumbuhkan keberanian.
 

(Bill Newman, The 10 Laws of Leadership)

Miliki kepribadian yang menarik

Kadang kita menemukan seseorang yang kita kenal, yang begitu menyenangkan, hingga membuat kita merasa nyaman dan merindukan kehadiran orang itu. Bisa dibilang orang semacam ini memiliki daya tarik bagi orang lain. Daya tarik merupakan kualitas istimewa yang ada pada sesorang dan membuat keterpesonaan pada orang lain. Seperti misalnya bunga, alat untuk menarik lebah. Namun kabar gembiranya, kita semua dapat menjadi orang yang selalu dirindukan seperti itu. Daya tarik dapat ditumbuhkan. Anda dapat menciptakan getaran positif yang dapat melingkupi Anda. Sebuah aura positif yang dapat ditimbulkan dari perhatian, kasih sayang dan rasa hormat. Anda dapat mengikuti beberapa tips menumbuhkan daya tarik dibawah ini.

Berikan Kebaikan Tanpa Pernah Menghitungnya
Tuhan itu maha pemurah. Ada pepatah mengatakan lebih baik memberi dari pada meminta. Birikan kesediaan yang tulus untuk berbagi dengan orang lain. Dalam kehidupan sosial, orang cenderung memberi dan beramal semata-mata demi memuaskan ego. Namun sebenarnya, memberi dengan ikhlas dapat menumbuhkan perasaan positif. Belajarlah memberi tanpa mengharapkan imbalan, perasaan yang datang dari hati akan menumbuhkan kepuasan dan kesenangan.

Hidup Dalam Kerendahan Hati
Kerendahan hati merupakan perwujudan dari kebanggaan hati, tapi pengganti dari membanggakan diri sendiri pada yang lainnya. Amal, toleransi dan kerendahan hati memiliki nilai yang tinggi. Kerendahan hati dan kedamaian saling bertautan. Percayalah pada diri sendiri, dan singkirkan keinginan untuk selalu membuktikan pada orang lain. Sementara orang berusaha untuk rendah hati, mereka harus menghentikan sikap egois, itu sebuah proses yang mutlak dan membangun.

Kemurnian
Keyakinan menarik hati. Keyakinan dan kesabaran merupakan kondisi awal dari sebuah ketertarikan atau daya tarik.

Penuh Minat
Apa yang kita katakan pada diri sendiri, tentang kehidupan dan diri kita sendiri dari hari ke hari, merupakan efek yang luar biasa. Sepanjang waktu, lihat dan pikirkan diri Anda sebagai pribadi yang menarik. Pertahankan pandangan itu sejelas mungkin dalam pikiran Anda. Lalu, dengan sendirinya, Anda akan menarik segala yang penting untuk menyempurnakan pandangan itu. Jadilah orang yang ceria dan penuh harapan, dan buat dunia terpikat pada Anda.

Wajah Ceria
Tertawa itu menyehatkan. Buat wajah Anda selalu ceria. Saat Anda tersenyum, otak akan bereaksi dan memproduksi endorphin (zat alami yang memindahkan rasa sakit). Selain itu, sebuah senyuman akan membuat Anda rileks. Sebuah senyum juga akan menebarkan kegembiraan pada orang lain. Tekankan dalam pikiran Anda, selagi Anda bersama orang lain, bahwa senyuman dapat memperpendek jarak antar orang lain.

Antusias Dan Hasrat
Dua hal ini merupakan ibu yang melahirkan sukses. Antusias dan hasrat dapat mendatangkan uang, kekuatan dan pengaruh. Hal besar tak akan dapat dicapai tanpa antusias. Yakinlah pada apa yang Anda kerjakan. Kerjakan tiap pekerjaan Anda dengan penuh cinta. Masukan antusias dalam pribadi Anda. Dan si antusias ini akan menciptakan hal luar biasa buat Anda.

Tata Krama
Tingkah laku, kesopanan dan kebaikan membuat orang lain percaya pada Anda. Tata karma yang bagus membuat orang lain merasa nyaman bercakap-cakap dengan Anda. Tata karma merupakan sumber kesenangan, memberikan rasa aman dengan menunjukan penghormatan pada oran lain. Bersikap penuh tata karma bukan hanya berlaku pada sebagian orang, tapi pada setiap orang yang Anda kenal, tak peduli status dan kedudukan mereka