Outbound ke Kampoeng Pasir Randoe

Pfuigh..sejenak melupakan apa yang menjadi rutinits harian di Lab..kami (gw dan rekan-rekan kerja di DLBS) melakukan outbound yang diadakan oleh Tim Training HRD..Acara outbound diselenggarakan pada tanggal 24 Juli 2008 (Kamis) di daerah Kampoeng pasir Randoe (Cibarusah)..masih ga jauh2 dari tempat kerja sih…hehehe

Acara ini bertujuan utk meningkatan kekompakan tim dan juga melatih berpikir out of the box, berpikir kreatif dan inovatif..sesuai laa ma lingkup kerjaan sehari2 yang meneliti sesuatu yang butuh kreativitas dan inovasi..hehehe

KIta dibagi TIGA kelompok: Kambing, Kucing, dan Sapi yang dibagi dengan cara menirukan bunyi masing-masing hewan trus suruh cari temennya yg sejenis gituu..gw masuk tim SAPI..kita lalu buat yell: Muuu menang…Muuu juara..Muuu Hadiah..Hidup Muuuu!!!!!

Permaenannya lumayan seru dan menantang sih..ada labyrinth (yang masih cukup gampang), trus ada lompat tali pake tambang gituu tapi yg lompat kudu bareng-bareng satu tim..ada juga Folding map (kita disuruh membalikkan terpal gitu tapi ga boleh nginjek tanah, kita dikerjain abis2an nih di game ini karena tantangannya lebih sulit dibanding grup laen)..ada juga game prison break of Alcatraz mirip kayak permaenan catur ala jalannya kuda gitu deh)..ada game Radioaktif juga (mindahin bola pake tali gitu utk dimasukkin dalam galon)..ada juga yg mirip game basket, mindahin bola pake 2 sumpit, dan ambil2 bendera dg mata tertutup..seruu abiesss…

dan yang ga kalah seru adalah FLYING FOX..seruu banget..pengalaman pertama gw nih..bergelantungan..ternyata seru loh..gw sampe nambah sekali lagi..hehehe..lumayan mumpung gratis toh..(hihihi)

 

 

 

 

 

 

terakhir, game nya adalah rakit, kita dibagi dua tim utk mendayung rakit dan mengumpulkan bola-bola..tim kita menang lagee 🙂 Digawangi oleh Agung dan Pak Asep, lalu anggota lainnya: ci Bibie, gw, Deasy, Dina, Jessica, Melissa, Pa Raymond, Frans..meski agak takut basah-basahan..kita tetep melaju ..sedikit curang dengan melemparkan bola lawan ke luar danau..wakakaka

 

 

Akhirnya, di akhir acara, Kami semua berseru (Tim SAPI: Pa Sandhie, Deasy, Edo, Dina, Mae, Mba Poppy, dan Laurent): “Muuu menang…Muuu juara..Muuu Hadiah..Hidup Muuuu !!!!!”

Bravoo buat tim DLBS !!

Semoga makin sukses..menemukan ide-ide cemerlang bagi kesehatan semua..Hidup DLBS, jaya Dexa Medica..

LIfe for life..forever..

Advertisements

How to Avoid Marrying a Jerk: The Foolproof Way to Follow Your Heart Without Losing Your Mind

Here’s the acronym MARRIAGE, using it to help identify the characteristics of a trustworthy partner:

Mature—evidenced by the ability to delay gratification and put someone else’s interest before one’s own.
Adaptable—flexibility with changes.

Responsible—indicated by a track record of following through
Relational—a need for companionship, interaction, and interpersonal activities.
Insightful—an ability and openness to see and understand oneself from other perspectives.
Assertive—a determination to appropriately express what is in one’s mind.
Giving—an enjoyment with making another happy.
Emotionally stable—normal ranges of emotion (i.e., few to no extreme moods or mood shifts) and a receptivity to the emotions of others.

HOT CHOCOLATE

A group of graduates, well established in their careers, were talking at a reunion and decided to go visit their old university professor, now retired.

During their visit, the conversation turned to complaints about stress in their work and lives.

Offering his guests hot chocolate, the professor went into the kitchen and returned with a large pot of hot chocolate and an assortment of cups – porcelain, glass, crystal, some plain looking, some expensive, some exquisite – telling them to help themselves to the hot chocolate.

When they all had a cup of hot chocolate in hand, the professor said: “Notice that all the nice looking, expensive cups were taken, leaving behind the plain and cheap ones. While it is normal for you to want only the best for yourselves, that is the source of your problems and stress. The cup that you’re drinking from adds nothing to the quality of the hot chocolate.

In most cases it is just more expensive and in some cases even hides what we drink. What all of you really wanted was hot chocolate, not the cup; but you consciously went for the best cups … And then you began eyeing each other’s cups.

Now consider this: Life is the hot chocolate; your job, money and position in society are the cups.

They are just tools to hold and contain life. The cup you have does not define, nor change the quality of life you have. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the hot chocolate. Life is the hot chocolate. The happiest people don’t have the best of everything. They just make the best of everything that they have.”

Live simply.
Love generously.
Care deeply.
Speak kindly.
And enjoy your hot chocolate.

M3N6ELUH

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya.
Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan
berbagai macam hal lainnya. Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah
siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.”Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!”, “Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan “job-desc” gue”,

“Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu”.

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA
hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda.

Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia?
Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.

Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang

mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

“Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.”

 

P.S.
Saya bersyukur karena Anda telah membaca blog ini dan saya akan lebih bersyukur lagi jika Anda membagikannya ke rekan-rekan Anda sehingga Anda juga dapat bersyukur karena telah membuat orang lain bersyukur.

My Sweet memory and My 2nd Lost..

Huwaaaa….Tanggal 12 Juli 2008 memang hari yang meninggalkan memori buat gw..setidaknya itu tepat seperti yang gw pernah bilang di hari yg sama ke salah satu temen gw yg satu skul SMU..

Pas hari itu tgl 12 juli kita berdelapan berkumpul di Binus: gw, Andre (buluk), Christine (mami), Novi (aunty), Briska (kodok), Siska, Meriana (Becky), Marlina (Teacher)..kita makan dim sum bersama di Eastern di kawasan Permata Hijau..kita disitu customer pertama dan paling ribuh n heboh pulaa.. ya tak ayal lah jadi bahan perhatian orang2 yang makan disitu..

 

 

 

 

 

 

sehabis acara makan dim sum kita mengantarkan temen ke Gambir, dia mau pulang k BDG naek lah kita angkot ke blok M dan lanjut dengan busway ke Monas lalu Taxi..wakakaka..mana kretanya pake acara delay pulaa..ac nya ga berfungsi..huekk…duhhh jam karet bgt deh…

 

 

 

 

 

Nah sehabis itu lah, next destination ke Senayan..kita mau jalan ke senayan city..berhubung kita cari taksi ga dapet2 makanya pas ada angkot (bis umum) jurusan Blok M- Senen kita naek itu deh..lewat Ratu plasa tuh..Memang terkadang malang tak dapat ditolak mujur dan tak dapat diraih..Kita ber-8 naek dah ke dalam bis itu..lumayan penuh..dan alhasil duduk kami pun berpencar-pencar..gw aja dapet duduk di bagian pojok belakang setelah ada seseorang mempersilakan kami duduk..waktu itu gw blom curiga apa2 loh..

Nah pas gw mau duduk karena posisi bangku kosongnya di pojok..ya otomatis gw melangkahi orang2 yang sudah lebih dulu duduk di bagian pinggir luar..eh tau-tau ada yang teriak kesakitan dan narik2 celana jeans gw gituu..sambil bilang keinjek nih..gw agak jinjit sedikit dan duduk deh..tanpa berperasangka apapun..

tau-tau pasa dah lewat daerah sarinah, gw baru ngerasa kalo HP soni erikson gw lenyap..raib..ga ada di kantong gw..sedangkan orang yang berpura-pura keinjek itu juga sdh tak ada..alhasil gw menyimpulkan DIA lah orang yg ngambil HP gw..

huwaaaa…ancur minah..HP gw khan baru 7 bulan..hiks..hikss..Ya ambil hikmahnya aja deh..

modus operandi baru : ati-ati ya teman2 kalo naek bis umum, kalo bisa jangan duduk di kursi belakang deh..kalo bisa tetep fokus dan jgn mudah dikejutkan..supaya hal seperti ini tidak lagi terulang..

Thanks GOD..