Payung: Sang Dewi di kala Hujan turun

payungMusim hujan sudah mulai tiba nih teman-teman, bahkan di beberapa tempat di Indonesia sudah ada yang kena Banjir..Jakarta yang sudah jadi langganan banjir pun tidak kalah, Solo yang banjir karena meluapnya sungai Bengawan Solo-nya..daerah Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa daerah Sumatera juga tak ketinggalan kena musibah banjir ini..

Di tempat gw tinggal aja, Cikarang, tak kalah meramaikan daftar tempat-tempat yang terancam saat hujan tiba..Tapi untungnya gw sudah pindah kos ke tempat yang bebas banjir..hehehe

Kali ini gw sedang mencoba mencari tahu satu teman baik kita yang selalu setia menemani kita saat-saat hujan turun. Siapakah dia? P-A-Y-U-N-G Ya payung!!! Dia temen terbaik kita saat musim hujan ini. Oleh karena itu, jangan berusaha mencoba untuk meninggalkannya begitu saja saat kita hendak bepergian dari luar rumah, entah mau kerja, mau ke sekolah, mau jajan, cari makan, atau sekedar hangout. Biarkan dia menemanimu kawan🙂

Nah, gw sedikit penasaran pengen tau sebenernya mulai kapan yaa payung itu ada? ide nya pasti bukan cuma karena ada hujan saja sih, demikian benak pikiranku melayang….

payung-hujan

Payung ternyata ada juga loh di relief yang terdapat di Candi Borobudur. It means kalo jaman dulu aja payung tuh dah ada mungkin bentuk, bahan dan modelnya saja yang berbeda. Yuks kita cari tahu darimana sobat terbaik kita yang satu ini?

Ini hasil penelusuranku:

payung-china

Ada yang menyebutkan kalau payung itu pertama kali dibuat di China, sekitar 4000 tahun yang lalu…Rangka Payung yang dibuat berasal dari pohon bambu..

Tidak ada yang tahu siapa penemu payung pertama kali Yang diketahui hanyalah payung sudah digunakan sejak 4000 tahun yang lalu oleh orang-orang Asiria kuno, Mesir, Yunani, dan Cina.

Sekitar abad ke-16 payung mulai digunakan oleh orang-orang Eropa. Awalnya payung digunakan sebagai pelindung panas matahari, hanya para wanita yang boleh menggunakan payung. Bahkan, zaman dahulu payung menjadi simbol kehormatan dan kekuasaan tentunya hanya keluarga kerajaan atau pejabat tinggi yang boleh memakai payung.

Kabarnya, orang yang mulai menggunakan payung sebagai pelindung hujan adalah orang-orang Romawi kuno. Akhirnya pada abad ke-18 payung digunakan sebagai pelindung hujan hampir diseluruh kawasa Eropa. Di Indonesia, hingga tahun 1960an, payung masih terbuat dari kertas. Yang paling terkenal adalah payung dari Tasikmalaya. Lama kelamaan mulai muncul payung impor yang terbuat dari plastik atau kain kasa yang kedap air.

Sekarang model payung beraneka macam. Yang paling umum adalah payung yang kita pakai sehari-hari dikala hujan. Kita juga sering melihat payung besar yang dipakai oleh tukang jual minuman itu namanya payung matahari karena kegunaan utamanya adalah untuk melindungi kita dari matahari. Juga ada payung khusus untuk anak-anak berbeda lagi modelnya. Bentuk dan warnanya lebih menarik dan lebih lucu. ada yang berbentuk kepala hewan lengkap dengan telinganya atau bentuk bunga dengan warna merah cerah. Sungguh cantik dan unik.

Ada yang menarik dari cerita tentang payung. Setiap bulan Januari selalu diadakan festival payung di desa Borsarng, Thailand. Ada parade alat musik kuno, lomba menabuh drum, tarian rakyat, kontes kecantikan, dan demonstrasi pembuatan payung. Desa Borsarng memang sudah terkenal dengan seni pembuatan payungnya sejak 200 tahun yang lalu. Selain itu desa Borsarng juga dikenal sebagai pembuat payung terbesar didunia. Di Indonesia kita juga mengenal adanya kota payung. Sudah lebih dari 75 tahun Tasikmalaya terkenal sebagai pusat pengrajin payung. Mereka lebih sering membuat payung-payung tradisional Payung-payung dari Tasikmalaya juga sering dipamerkan.

sumber: detikforum, books.google.co.id

One thought on “Payung: Sang Dewi di kala Hujan turun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s