Jogja, My First Trip : Malioboro dsk.

Welcome to my JOGJA FIRST TRIP🙂🙂🙂
 
Kami berempat (gw, cici gw, kiko, mba Famin) berangkat dari kos jam 04.00 naek taxi menuju bandara. Kita check in dan menunggu disana dari jam 04.50 karena harus check in max 45 menit sebelum jadwal keberangkatan. Pas jam 06.00, kita naek bis menuju pesawat dan kita dapet tempat duduk di bangku nomer 6 dari depan..Pertama kali nih buat gw naek yang namanya pesawat..cukup seneng karena akhirnya bisa nyobain naek pesawat.. Orang kampung seperti saya yang dianugerahi berkat untuk akhirnya bisa naek pesawat juga (Thanks My GOD)..
airasia
 
Perjalanan ke Jogja hanya memakan waktu sekitar 50 menit dan kita tiba di Bandara Internasional Adi Sucipto-Yogyakarta. Pas turun dari pesawat, kita langsung menuju pintu keluar bandara ke halte Trans Jogja untuk menuju ke daerah malioboro buat cari sarapan. Di hari pertama ini, santapan yang masuk pertama juga adalah NASI PECEL yang ada di depan pasar Beringharjo. Di depan pasar ini banyak mbok-mbok yang berjualan pecel, sebelah-sebelahan gituu..Pecelnya ya so so laa..Sekedar mengisi kekosongan perut kita..
 
Perjalanan dilanjutkan menuju keraton dengan berjalan kaki menyusuri jalan Malioboro..Masuk keraton ini bayar 3000 per orang dan 1000 untuk kameranya. Keraton ini ga terlalu banyak yang bisa dilihat, setelah itu tiketnya merupakan terusan untuk melihat kerajinan batik yang dibuat oleh para abdi dalem kraton..kita disana liat cara orang bikin batik tulis..dan juga dikasi tau silsilah Raja-raja di keraton.
 
Berdekatan dengan keraton, ada museum kereta. Sesuai namanya, dah pasti isinya kereta-kereta kerajaan..ada kereta dari jogja ada juga yang dari luar misalnya Jerman, Belanda, Portugis, dsb. Tiket masuk ke dalam Museum Kereta sama yaitu 3000 sedangkan untuk kamera 1000. Semua keretanya ada ceritanya masing-masing..ada yang untuk pelantikan raja, ada yang untuk pernikahan, ada kereta kematian, ada yang kereta buat acara-acara keraton,
kereta
kereta-kuda
kreta2
Yang menarik..yang menjelaskannya adalah seorang abdi dalem yang lahir pada tahun 1907. jadi dah 102 tahun dia hidup dan dah jadi abdi dalem sewaktu umur 20-an..dan dia hafal bener setiap kereta dan kejadian-kejadian di kereta itu..dia juga ‘agak narsis’ nih buktinya setiap foto yang dipajang ada foto dianya dan saat menerangkan pasti dia bilang begini: “blablabla..dan yang ini..sayaa..” hehehehe (so bukan gw doank yang narsis ya mbah..)
kreta-mbah
 
Dari Museum kereta, kita berjalan kaki lagi, muter balik ke arah pasar Beringharjo lagi dan akhirnya nemu Benteng Vredeburg..Tiket masuknya cuma 1000 perak tapi bisa gratis juga sih sebenernya kemaren karena lagi ada event rally foto gituu..kita cuma liat-liat para peserta lomba foto dengan model nya masing-masing yang bergaya di atas meriam, samping patung..gayanya unik-unik..hehehe..Oiya ada diorama juga disini kayak di Monas cuma disini gelap dan lebih sedikit, menceritakan perjuangan rakyat Jogja gituu..Satu yang menarik ditemui adalah..gw serasa balik k kos karena nemu yang namanya pavilion, ni dia..(garingg)
lautze427
 
Selesai dari situ, karena kita cape gendong ransel mulu..kita cari taxi untuk menuju penginapan DELTA HOMESTAY di daerah Prawirotaman. Taksi nya cuma 15000 saja nyampe tempat itu dari Benteng. kita dapet kamer trus taro tuh barang-barang dan cabut lagii ke Candi Borobudur…
 
-more..more.. moree..-

3 thoughts on “Jogja, My First Trip : Malioboro dsk.

  1. kalau naik pesawat air asia enak to,mantep to, hehehehe

    yoa.. (mbah Surip mode ON nih ceritanyaa??) i luv you pull

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s