BUNDA

Gw belom bisa tidur nih sampe malam hari ini. Jam di kos gw sudah menunjukkan pukul 23.00 alias jam 11 malem, sedangkan jam di HP gw juga tidak menunjukkan perbedaan waktu yang berarti karena di HP gw sudah jam 10.54 pm.

Pfuigh..

Akhir-akhir ini gw sangat susah tidur, entah kenapa gw bisa begini, mungkin salah satunya karena pikiran kali yaa..Ga tau juga.. yang pasti sih gw terkadang tidur di saat yang gw tidak merasa sedang tidur, jadi kalo istilah populernya ya.. “sekonyong-konyong”

Malem hari ini, mengisi waktu gw yang belum ngantuk ini, gw berniat membagi apa yang gw baru tonton nih di Tv. Gw nonton tayangan ulang tahunnya salah satu televisi swasta yang ke 8, apalagi kalo bukan Trans Tv.

Trus apa hubungannya? apa pentingnya juga?

Gw baru liat satu sketsa yang mengisahkan begini.

Ada seorang anak perempuan sedang duduk termenung dengan muka yang sedih di depan tukang penjual bunga mawar merah. Mukanya nampak murung sekali, akhirnya ada seorang cowok yang datang menghampiri dia sambil menanyakan kepada anak perempuan itu, “Dik, kamu kenapa?”

Sang anak itu pun menjawab dengan polosnya, “Hari ini Ibu saya ulang tahun, saya mau membelikan mawar merah kesukaan ibu saya..” dengan jawaban yang sedikit lirih dan muka yang tetap murung….

Cowok itu pun dengan segera menghampiri penjual bunga dan membelikan mawar merah kepada anak itu.

Sketsa pun berlanjut

Gw kira anak kecil itu pasti akan membawa cowok tadi ketemu dengan ibunya (itu yang ada di benak gw) saat anak itu menarik-narik tangan sang cowok sambil berlari ke sebuah tempat.

dan tidak disangka saat dia membuka pagar.. ternyata tempat itu adalah sebuah kuburan.

Ya, ternyata sang ibu anak kecil itu sudah tiada.. dia sudah meninggalkan sang anak sendiri, namun anak kecil itu masih dengan semangat yang sama, dengan kegirangan yang sangat dia berlari kecil menuju makan ibunya sambil berkata.. “ibu..lihat apa yang kubawa.. aku bawa mawar merah untuk hadiah ulang tahun ibu..”

“Bagaiamana ibu di Surga sana..” demikian ucap sang anak

Lalu, apa yang terjadi pada sang cowok?

Sang cowok pun teringat beberapa waktu yang lalu dia sering tidak menjawab teltepon dari ibunya di saat dia kerja..

Dia juga sering tidak peduli sewaktu ibunya menelpon di malam hari..

Dari kejadian itu, sang cowok pun akhirnya disadarkan dan ia pun kemudian memberikan hadiah special untuk ibunya yaitu sebuah pelukan hangat…

—————————–

Yaps.. melihat sketsa tersebut gw juga diingatkan hal yang sama..Gw diingatkan sama bunda alias mami gw.

Beberapa hari yang lalu pun, saat merayakan Natal bersama di panti Pniel, sang Kepala yayasannya, Ibu Stien, juga menyampaikan hal yang intinya sama.

Jangan sampai kita melupakan ibu kita. Ibu sudah berjasa sampai kita sebesar ini, Ibu Stien berpesan, rajin-rajin lah menyapa ibu walaupun hanya lewat telepon.. Ibu mu pasti senang.. dia perlu itu.. dia perlu sapaan hangat dari anaknya, dia perlu pertanyaan sepele dari anak-anaknya yang hanya menanyakan

“lagi apa mi?”

“sudah makan belom nih mi malem ini?”

“mami masak apa hari ini?”

Dia butuh itu, dia butuh sedikit perhatian darimu.

Yaap,, mami.. aku sayang mami.. gw pun merasa puas karena sebelum menonton sketsa tadi, gw  baru saja telepon mami.. dan dengan senangnya karena aku akan banyak menghabiskan waktu bersamanya di rumah..

lagu ini pun terdengar lirih di telingaku:

Kubuka Album Biru
Penuh Debu dan Usang
Kupandangi Seragam Berdiri
Kecil Bersih Belum Ternoda

Pikirku Pun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Nada-nada Yang Indah
Slalu Terurai Darimu
Tangisan Nakal Bibirku
Tak Kan Jadi Deritamu

Tangan Halus dan Suci
Tlah Menangkap Tubuh Ini
Jiwa Raga dan Seluruh Hidup
Rela Dia Berikan

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Selalu Ada Di Dalam Hatiku

Pikirku Pun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Selalu Ada Di Dalam Hatiku

———————-

Gw yang sedang tidak bisa tidur, yang sedang menanti-nantikan datangnya liburan panjang 🙂

Iseng ajah

Beberapa weekend lalu gw sempet masuk ke pameran pelayanan kesehatan yang berlokasi tepat di sebelah tempat gw ibadah yaitu di Jakarta Convention Center.

Namanya ajah sudah sejelas-jelasnya, pas gw masuk ya isinya ga jauh dari pabrik-pabrik obat deh.. salah satunya ada stand perusahaan tempat gw kerja, Dexa Medica 🙂

Tapi entah karena masih pagi, udah siang, ato gimana, itu stand yang ada di ujung alias pojokan kurang diminati banyak pengunjung yang ada. Standnya sih dah gagah tuh merah menyala.. tapi karena yang jaga stand juga gw ga kenal makanya gw cuma memotretnya dari kejauhan dehh..

Satu stand yang menarik perhatian gw adalah stand depkes yang ada alat peraga nyamuk aedes sama nyamuk anopheles.. Hahahaha gw potret aja deeh biar si nyamuk itu bisa ikut eksis dan tenar kayak gw..

The Spagheti House

sebenernya ini sudah agak basi sih postingannya, karena modem gw ketinggalan jadinya ga bisa update blog di kos deh.. dan sekarang baru sempat, so ga ada salah nya berbagi cerita..

Ceritanya masih seputar jalan-jalan dan makan-makan koq..

Pas weekend dua minggu yang lalu (awal Des), gw mencoba makan di The Spagheti House yang ada di Pacific Place, Jakarta. Tertarik ga tertarik siih,. gw makan disana sekedar ingin mencoba sejauh apa rasa dari spagheti yang dia jual 😛

Nah, masuk lah kesana ruangannya mayan desain nya..Langsung dikasi lah kita buku menu, alias diminta tolong supaya jangan liat-liat doank… hhahahaa

Ada dua menu yang dicicipi disini ini dia:

Namanya Spici Clam, harganya mayan mahal nih.. eh ga taunya porsinya seupit euuyy… Muaahhhaallllll, ini dia porsi nya:

Sedikit bukan?? gak nampoll dah pokoke..

Menu lainnya yang dicoba adalah shreded chicken, ini tampilan di buku menu:

Tapi hasil aslinya gini nih, sama ajah porsi mini.. beuuuh:

Jadi kesimpulannya, cukup sekalii aku merasaaa.. aa..aa.. kegagalan makan disini 🙂

Tapi sebagai hasilnya biasa dapet gratisan tiket nonton nih, mayaan.. (tapi kurang rela sebenernya…)

Evaluation Meeting at my Office

Tanggal 7-8 Desember kemaren, di hari Senin dan Selasa, tempat kerja gw yang namanya DLBS mengadakan apa yang disebut evaluation meeting. Evaluation ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sejauh mana project-project penelitian yang ada telah dicapai. Meeting seperti ini bagus menurut gw karena bisa dijadikan sebagai landasan untuk melangkah di tahapan berikutnya, sekaligus sebagai ajang curhat dari para scientist terhadap atasan kita 🙂

Nah karena tahun ini gw sedikit special, wakakaka (ato sedikit pengen exist yaa..) gw dihadirkan dalam 2 kali meeting tsb, (kakakka bahasanya dihadirkan, kayak tamu penting ajaahh).

Iya, awalnya jadwal yang keluar hanya memuat namaku eh salah inisial ku (LHA) di satu hari saja, kemudian gw tanya ke PIC yang buat jadwal itu (AUC),, “Koq gw cuma sekali sih presentasinya? Project gw yang di Kimia dijadiin satu ajah?”

“iya, jadi satu aja” jawab AUC itu….eehh tapi ga berapa lama dia bilang, “Oiya, gw lupaa.. itu harus dipisah”

Nah looh.. trus gw tunggu jadwal yang finalnya dan inisial gw muncul di hari yang berbeda, dengan kata lain gw presentasi 2 kali: hari Senin tentang project di Kimia, dan Selasa-nya tentang project2 Formulasi 🙂

Dan presentasi pun gw siapkan dengan maksimal, sampe grafik2nya ajah diolah pake lembur-lembur looh..karena datanya bejibun 😛

alhasil sampe juga tuh presentasi Senin-Selasa kemaren..

Hasilnya??

Seperti apa yang gw percaya.. “Tidak ada jerih payah yang sia-sia”

Presentasi ku yang pertama di hari Senin dibilang “Excellent” oleh my boss. Yippiiiieee.. dan dibilang kerjaanku sangat komprehensif..Thanks GOD for this. All of my strength to do all of experiments are from YOU, LORD…YOU support me more than i can think about that, YOU do more than i can do..Praise the Lord !!!

Setelah itu beres, presentasiku yang berikutnya terjadwal paling akhir.. huhuhuhuhu

Tau kan laah kalo dapet giliran terakhir, it means sisa-sisa energi dari para pendengar, dan sudah bisa dipastikan pendengar sudah mulai bosan (atop mungkin sudah eneg), wakakaka.. Ditambah ada pemunduran waktu pula.. gw dan Hendra (rekan satu lab gw) baru masuk 16.30 (di saat teman lain sudah beranjak pulang) dan presentasinya bagaimana??

Ya gituu dehh…

Tepat seperti dugaan gw.. para pendengar sudah mulai bosan.. jadi presentasi gw dan hendra tidak terlalu digubris… karena itu juga pertanyaan yang diajukan diluar apa yang kami bahas 🙂

Ya tapi setidaknya sudah ploongg.. lega melewati semua ini dengan hasil BAGUS dan MEMUASKAN.

Sukses buat kita semua yang telah bekerja keras dan giat 🙂 GBU

about Laurent at my Office

Pfuigh.. phewww.. (sebelom nulis menghela napas panjang dulu yaaa..)

Jadi gini nih teman, tempat kerja gw nih semakin lama kan semakin berkembang. Otomatis, semakin banyak para scientist baru yang direkrut untuk menambah kapasitas secara SDM. Nah tapi kalo dilihat-lihat polanya, gw jadi bingung sama yang nge-rekrut para scientist untuk kerja di DLBS ini.

Kenapa? itu pasti pertanyaan yang muncul.. Jawabannya bukan karena hal intelektual atau spiritual atau emosional sih.. tapi cuma karena NAMA.

Ya, banyak nama-nama kembar di tempat kerja gw, entah namanya bener-bener sama, beda tipis di salah satu huruf, beda panggilan namun terncatum juga di nama lengkap, dsb.

Mau bukti? nih dia dari beberapa kesamaan nama yang dimiliki oleh DLBS-ers (sebutan untuk para staff di tempat kerja gw).

Asep Aripin vs Poppy F Arifin –> sama nabel (nama belakang) nya tapi bedanya cuma satu huruf (ato hurup) doank kan?

Jessica  vs Jesi Indrawan vs Devi I Jessy –> sama-sama jesi tapi beda kelamin 🙂

Dwi Anggun vs Ujiatmi Dwi M –> sama-sama mengandung dwi, walopun beda banget cara ketawanya (upzz sori Dwi Ang)

Stevanus Hiendrawan vs Stefanus Teddy –> beti (beda tipis di V dan F) walopun beda panggilan

Marcelline vs Faustine Marceline –> sama unsur marceline tp beda panggilan,

Rizki kurniawan vs Rizki Budi Ramadhani –> sama-sama rizki beda kelamin (ato sama yaa, wakakaka sori bud)

Melissa Puspasari vs Stefani J Melissa H –> ada unsur melissa nya 🙂

Agung Heru K vs L Agung Prasetya –> sama-sama Agung, sama-sama cowok, dan bingung deh dipanggilnya Gungpraz deh

apalagi kalo masalah panggilan yang mirip-mirip bunyinya:

jesi, devi, duwi, desi, jesi..

Rina, dina…nia, tria..dsb…

Nah, lebih-lebih ada yang mirip dengan nama gw mirip di depan dan di belakangnya nih:

1. Lorentius Agung Prasetya : nama nya ini sudah mirip dengan Agung Heru eh mirip juga Lorentius- nya tapi untungnya sih di abiasa dipanggil Agung jadi yaa tidak terlalu berefek dengan nama Laurent gw 🙂

2. Linggawati Haryanto: nah kalo nama yang ini miripnya nama belakangnya, dan gw tidak sekali doank ditanyakan tentang hubungan saudara dengan bu Lingga ini. dan sekali lagi kutegaskan disini, gw tidak berhubungan saudara dengan ibu Linggawati Haryanto yaa.. Hehehehehe

3. Ini kasus yang baru aja muncul per 7 Des kemren dengan hadirnya scientist yang baru bernama “Laurentia Stephani” –> kentara banget kan yang -rekrutnya bisa gini nih sama-sama semua namanya Laurentnya sama kayak gw (mirip di awal) dan stephani nya mirip fani yang sudah ada juga di DLBS.

Trus??

Nah, ternyata anak yang baru ini biasa dipanggil Laurent juga di kampus (kata dwi). Dan gw sih kasi saran ga boleh dipanggil Laurent karena gw dah pake. Kasus yang sama pernah terjadi saat RiZki Budi Ramadhani masuk –> dia harus dipanggil Budi karena Rizki sudah ada.

Tapi muncul ide gila nih dari hasil chat deng Dwi, dan menghasilkan satu panggilan baru yaitu Papa Laurent (disingkat Papala, untuk gw); Mama Laurent (Mamala, untuk Laurentia), dan tambahan pula Opa Lorent (Opala, untuk GungPraz).

Wakakaka ada-ada sadja deeh.. Kayak jadi dinasti Laurent nih di DLBS 🙂

Tersenyum sambil menantikan jadwal presentasiku yang masih satu setengah jam lagi…