Jalan-Jalan di Cirebon

Hai guys..

Kali ini saya mo posting jalan-jalan saya bersama teman-teman INTAN sewaktu di Cirbeon, kota kelahiran saya, pas tanggal 23-24 Maret 2012 lalu..

Let me share to you

Dalam jalan-jalan kali ini, pesertanya selain saya: jeng Fa, Bu Mila, Mba Lena, Aniez, dan Wawan

Kami menginap di Hotel Grand Tryas, yang terletak di pusat kota, dekat dengan Grage Mall… Pagi-pagi, sudah pasti sarapan ke Nasi Jamblang Mang Dul, yang terletak dekat sekali dari Hotel, tinggal jalan kaki dehπŸ™‚

Nasi Jamblang adalah nasi khas dari kota Cirebon, tepatnya dari Desa Jamblang. Nah Desa Jamblang ini lah tempat kelahiran sayaπŸ™‚

Oiya yang khas dari Nasi Jamblang ini adalah nasi yang dibungkus kecil-kecil dengan menggunakan daun jati, sedangkan lauk nya kita bisa memilih dengan berbagai macam pilihan yang disajikan.. Menu yang khas dan wajib dicoba adalah sayur tahu, sambel goreng, dan juga sate kentang atau telur puyuhnya.

Tempat makan Nasi Jamblang Mang Dul ini selalu laris manis di pagi hari, karena waktu sarapan dan juga para pendatang dari luar Cirebon yang sedang jalan-jalan, termasuk kami kali ini, hehehee…

Setelah sarapan, kita kuliner, sekarang giliran cari oleh-oleh ke Toko Manisan Sintha:

Toko ini menjual aneka manisan kering maupun basah dan juga oleh-oleh khas Cirebon, seperti krupuk udang, Tape ketan, dsb. Toko Sintha ini terletak di jalan Lemahwungkuk, kanoman.

Setelah keluar toko, kita bisa nemu penjual Tahu gejrot (terkenal banget nih!!) dan juga tukang Es Duren.

Lanjuutt…

Setelah kuliner, sekarang giliran mengunjungi keraton. Keraton yang kita kunjungi bernama Keraton Pakungwati, atau lebih dikenal dengan Keraton Kasepuhan.

Dalam kunjungan keraton ini, kita didampingi seorang abdi dalem Keraton. Jadi setidaknya dapet informasi juga selain kunjungan untuk foto-foto, hehehehe..

Foto di depan singgasana raja:

Foto di depan kereta kencana:

Foto di depan “Lukisan 3D”

Lukisan di atas, tergolong unik karena 3D:

1. Bagian Mata nya bisa bergerak ke kiri dan kanan, mengikuti pandangan mata kita,

2. Jempol kaki nya pun bisa menghadap sesuai arah pandangan mata kita,

3. Yang lebih unik, Badan nya bisa meninggi dan menjadi lebih kurus serta lebih senyum saat kita melihatnya sambil bergeser dari depan lukisan ke sebelah kiri.

Emejiiingg !!!

 

Lanjut kuliner lagi, Empal Gentong; kali ini di daerah Plered.

Abis itu, berburu batik di kampung wisata TRUSMI.

Nah, sebelom teman-teman saya pulang lagi ke Jakarta, saya suguhi kuliner terakhir, MIE KOCOK, kali ini di daerah Plumbon.

Mie kocok Cirebon, sangat berbeda dngan mie kocok bandung. Mie Kocok di Cirebon adalah mie dengan irisan ayam, tauge, daun bawang, telur, dan diberi kuah santan. Ini dia wujudnyaπŸ™‚

Sekian liputan dari jalan-jalan di Cirebon..

Edisi liputan lainnya, mudah-mudahan segra menyusul.. next trip??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s