iseng

Hari ini iseng buka blog.. Sudah sedikit puyeng ngetik dan periksa dokumen di depan laptop, saya iseng buka google dan mengetik keyword DLBS Cikarang.

Dan beberapa hasil yang ditampilkan merupakan blog teman-teman saya di DLBS.

Tidak luput juga, termasuk blog nya Nova dan Dina yang menuliskan hari terakhir dan minggu terakhir mereka berkarya di DLBS.

 

 

Sudah lama aku ngga menjamah dunia per-blog-an ini, dan rasanya rindu bisa memiliki waktu nulis lagi, apalagi membaca.

Sepertinya hobiku yang dari dulu suka kutulis ini sudah tidak menjadi hobi sepenuhnya lagi.

Bahkan, entah kapan terakhir kali saya menuntaskan membaca buku dari halaman pertama sampai terakhir..

 

Sungguh, saya sudah amat berubah sekarang.

*menarik nafas panjang*

Advertisements

di Timur Matahari

Sebuah karya Alenia kembali menggelitik saya untuk melihat film karya anak bangsa yang jelas mengangkat issue bahkan keindahan tanah air kit, Indonesia..

Let me share to you..

Hari Sabtu-Minggu kemarin, 16-17 Juni 2012, saya berada di kos cici saya di Bandung… Nah, sempet melihat cuplikasi behind the scene dari film “Di Timur Matahari” di salah satu stasiun TV. Pada hari Sabtu sih sudah melihat posternya di bioskop Galaxy 21 Kings.. Tapi karena background filmnya sendiri saya belum tahu, jadi tidak ada minat untuk menonton itu..

Nah, pas setelah liat tayangan Behind the Scene inilah, saya mulai tertarik.. kenapa saya tertarik?

1. Film ini digarap oleh Alenia, yang sudah banyak melahirkan beberapa film yang sarat muatan positif, terutama untuk kalangan anak. Film-film seperti “Denias”, “King”, “Tanah Air Beta”, dan “Serdadu Kumbang” merupakan film- yang saya pernah tonton juga 🙂

2. Film ini ditayangkan sebagai hiburan untuk anak-anak yang sedang liburan sekolah. Otomatis, ceritanya tidak akan ribet dan easy to understanding 😉

3. Film ini mengusung tema tentang issue di Papua. Mengangkat tema adanya peperangan dan penembakan yang terjadi di Papua. Tentu saja, film ini juga berlatar belakang budaya di Papua, yang saya tentu belum pernah tau karena menginjak tanah Papua saja pun saya belum pernah 🙂

Dari sekian banyak alasan tsb, saya pun memutuskan untuk nonton pelem ini. Saya ajak cici saya buat nongton bareng, target cinema yang kami incar adalah di EMPIRE, Bandung Indah Plaza.

Sebelum nonton film, kami “nyemil” dulu di Bakso Malang Enggal yang terletak di Pasteur. Bakso Malang ini adalah salah satu kesukaan saya saat saya maen ke tempat Cici saya, rasanya pas.. harganya pass 🙂

Film “Di Timur Matahari” diputar jam 12.30 di studio 4. Memang tidak full karena kalah saing dengan Madagascar 3, dimana anak-anak pasti milih film kartun itu, hehehe..

Berikut ulasan saya mengenai film tsb..

Let me share to you..

Film ini untuk kategori film anak-anak memang agak berat muatan pesan moralnya. Namun, sebagai penikmat film Alenia, saya merasa puas nonton film ini.

Film yang mengangkat Papua dari segi adat, kekayaan alam, serta keindahan geografinya.. “Di Timur Matahari” ini merupakan film yang mengangkat issue perang antar-suku yang sering terjadi di sana. Konflik yang dibangun dalam film ini pun cukup beragam, mulai dari konflik rumah tangga (suami-istri), konflik dengan tetangga, hingga konflik antar-suku.

Pesan-pesan yang kental saya dapati di film ini adalah posisi seorang Pendeta yang begitu mengambil peranan dalam suku, sehingga nasihat nya kurang lebih bisa menjadi masukan.. Pengabdian seorang dokter yang ditampatkan di pedalaman.. Keceriaan anak-anak lugu tanah Papua.. Pendidikan yang merupakan hal “mahal” yang jarang sampai di ujung Timur Indonesia..

Tak terasa, beberapa kali air mata ini pun menetes jatuh dari mata saya ketika menonton film ini.. Scene saat seorang Mazmur (Simson Sikoway) yang termenung di atas pohon setelah mendengar ayah-ibu nya bertengkar di rumah, saat Mazmur harus melihat dengan mata sendiri bahwa ibunya memotong ruas jari tangannya, saat anak-anak kecil mencoba bernyanyi untuk menghentikan perang suku.. Saat anak kecil terus-menerus meminta tolong kepada Dokter Fatimah (Ririn Ekawati) untuk menyembuhkan ayah mereka yag terluka karena perang.. Saat api membumi-hanguskan kampung penduduk..

Yaps, kental nuansa emosional di film ini.. Film yang menggugah rasa empatik, menurut saya.. Namun, di film ini juga saya merasakan keceriaan yang terjadi saat Mazmur dan anak-anak kecil lainnya menghindar dari dokter yang datang hendak menyuntik, saat anak-anak berhasil “mencuri” aki untuk bahan charger HP, hingga celoteh ringan Mazmur saat makan malam bersama 🙂

Saya pun berkesimpulan bahwa apa yang digarap oleh Alenia ini selalu menyertakan hati.. sebuah pesan kuat yang menjadi inspirasinya..

Teruslah mewarnai perfilman Indonesia dengan karya-karya cemerlang yang mengandung sisi positif, khususnya untuk generasi penerus bangsa 🙂

Salut untuk “Di Timur Matahari”

Hari Penuh Undangan

Hari Sabtu, 16 Juni 2012 lalu, saya nobatkan menjadi hari penuh kondangan *versi saya*

Let me share to you….

Bagaimana bisa saya menobatkan hari itu? Ya tidak lain dan tidak bukan karena pada hari tsb saya mendapat undangan yang lebih dari 2 untuk hari yang sama..

*emejiiing*

Temenku yang merit di tanggal itu adalah Julee (Temen SION ITB), Daud (Temen sebangku di SMUK), Xexe (temen kerja di DLBS)..

Pfuigh.. Alhasil saya memutuskan untuk hadir di resepsi Julee, berhubung sudah lama tidak bertemu dengan dia.. Resepsinya diselenggarakan di Bandung.. Kenapa sampe memutuskan pergi ke sana? Karena rasa ingin tahu menyaksikan adat pernikahan Batak 🙂

dan alhasil, saya pun terkagum dengan pernikahan ini, karena mayoritas memang orang Batak yang hadir, dan saya merasa terheran-heran di sana.. Hahahhaa..

Congratulation buat Jule-Juntho, Daud-Christine, Treesye-Leon, kiranya keluarga baru yang dibentuk menjadi keluarga yang mengandalkan Tuhan dalam setiap jalannya.. amin.

Atas: Juntho-Jule, Bawah: Treesye-Leon

Kelakuan minor Satpam MLC

Hai guys.. kali ini gw mo curhat tentang kekesalan yang pernah dialamin sama gw dan temen-temen gw nih, hehhee..

Let me share to you

Jadi gini nih ceritanya..     Once upon a time…

Hari Kamis, 24 Mei 2012 yang lalu, saya dan rekan-rekan kerja karaokean bareng nih di Inul Vista. Hobi karaokean ini menjadi saluran untuk melepas kepenatan kerja 🙂 kami ber-20 orang karaokean bersama di ruang VVIP, mantaaff luas dan nyaman dengan adanya WC di dalem, jadi ga perlu bolak-balik keluar.. Sebelom berkaraoke, kita foto-foto bersama dulu 🙂

-Inul Vizta Cikarang-

 

Tenang, dalam hal ini saya ga akan complain mengenai Inul Vizta.. karena setelah karaokean bersama selama 2 jam, kami langsung pulang dengan keceriaan tersendiri 😀

Nah, yang menjadi complain saya adalah pas kami foto bersama nih di depan Mall Lippo Cikarang. Ini dia foto kontroversi 24 Mei 2012 (bagi kami, hehehee):

 

Kenapa disebut kontroversi? Karena setelah foto ini dilakukan, eeh ada seorang satpam yang berinisial BS teriak-teriak dari belakang dengan bilang, “woyy.. jangan kumppul=kumpul disitu, ngalangin jalan masuk”

Nah, abis itu, ya otomatis kita bergeser dan beralih ke depan Dunkin Donuts donk, buat apa? ya buat foto lagii 🙂

-Depan Dunkin Donuts-

 

Nah selesai jepret foto di atas, satpam dengan inisial BS itu malah ngedeketin IAD, temen saya, sambil ngomong *dengan lagak nantangin*, “tadi ngomong apa? kalo ngomong yang sopan donk jangan sambil jalan..”

Laah, kan bingung kita.. alhasil temen gw IAD minta maaf sampe 3x, dan sang satpam dengan kelakuan minor itu tetep ngomong dengan lagak nantangin *ala preman* setelah itu ngeloyor gitu ajaa…

Setelah ditengok nama yang tertera di seragam kerjanya, gw, IAD dan Priska sepakat untuk complain ke bagian customer service di frontdesk yang ada di Mall Lippo Cikarangan (MLC), dan alhasil kita tulis complain kita kalau sikap satpam BS itu kurang sopan..

Toh, kalo memang dia pengen disopanin, ya berlaku sopan lah.. sejak dari awal aja sikapnya dah ga sopan dengan ngomong ke kami dari jauh dan teriak-teriak, emang disitu kampung yaa? itu MALL!!! jadi jaga etika bicaranya mas BS..

*mengenang cerita*

But, yang disesali, dari pihak manapun dari MLC tsb tidak ada tindak lanjutnya seperti kasus2 komplain pada umumnya.. Ya setidaknya saya sudah beberapa kali melakukan komplain, dan saya rasa kali ini yang tanpa respon.. Yo wes lah setidaknya sudah mencoba memberi tahu hal yg tidak seharusnya terjadi..

Semoga pak BS bisa lebih ramah dan beretika dalam berbicara, jika memang ingin dihargai 😀

……..it”s weekend time, guys.. Happy weekend 🙂

DLBS Day

*ting tong*

Bel berbunyi.. pertanda saya sudah lama ngga ng-update blog, hahahaa…

Kali ini saya mo nulis tentang DLBS Day..

Let me share to you

Jadi gini, saya kan bekerja di DLBS yang merupakan salah satu unit dalam PT Dexa Medica, salah satu perusahaan obat terbesar di Indonesia.. Nah pas tanggal 30 Mei 2012 yang lalu, DLBS diberi kesempatan untuk mengadakan pameran di Titan Center, Bintaro. Ini dia gerbang masuk Titan Center, yang masih dimiliki oleh pemilik yang sama dengan Dexa Medica:

 

Dimulai dari beberapa hari sebelumnya kita menyusun konsep dan membuat pernak pernik juga 🙂

Dari Seksi saya di Analytical, saya banyak dibantu oleh rekan-rekan kerja saya: Rut, Nia, Anggi, Grace, Ziah, Nike, dan Nanda.. Mulai dari menyusun keterangan-keterangan seputar kerjaan Analitik, bikin model molekul, hingga sampe buat karikatur juga dari masing-masing personel, kereeennnzz..

Oiya kita juga sampe beberapa kali foto-foto di lab untuk bergaya looh, hahahaa:

Hingga hari H pun tiba, masing-masing personil menyiapkan diri di stand, dan inilah stand kami:

Keunikan stand kami adalah adanya games menyusun molekul dan juga adanya papan dart untuk menggambarkan percobaan presisi dan akurasi 🙂

Walaupun tidak jadi stand favorit, kami cukup bangga karena acara DLBS Day mendapat sambutan positif dari semua pengunjung.. Mereka begitu menikmati saat di stand kami, terbukti dengan banyaknya yang tertarik dengan games yang ada 🙂 🙂

 

Saatnya pameran, saatnya ber-ekspresi juga, mari foto-foto :

…. dan kisah ini akan terus berlanjut, menjadi kenangan manis…