Senin Kelabu : Tiada Listrik Gazeboo ramai dikunjungi

Untuk hari ini, gw tidak terlalu bersemangat menceritakan tentang weekend..Satu-satunya hal yang akan gw ulas adalah tentang kejadian yang menghiasi (caeellaaa..) hari Senin (23/2) tepatnya hari ini.

Gw dateng ke kantor jam setengah delapan, setelah menggesek kartu absen, gw dipanggil Fani dari Kantin dengan lambaian tangannya..Trus ternyata dia bilang ada kejadian di lantai atas..kejadian yang cukup bisa dibilang tidak bakal diduga..Apa itu? Atap bagian office jeboll..Hah? koq jebol? masa sii? masih dengan nada ketidakpercayaan, gw dikasi liat foto dari kamera digital yang fani baru ambil..Gilee bener-bener jebol tuh atap. .Gw naek ke atas dan benar saja, atap tepat di bagian atas tempat duduk Jessica terlihat sudah bolong dengan tetesan-tetesan air yang tersisa serta ruangan yang sudah tergenang aer..nampak Adis (OB) sedang membersihkan dan mengangkat beberapa barang-barang di lantai.

Koq bisa ya untuk ukuran gedung baru yang belom lama diresmikan ini bisa kejadian begini…Humm sungguh tidak diduga dan disangka, kejadian yang tak bakal diperkirakan apalagi oleh bu Jess (ya ga bu? lo mimpi apa semalem di Bandung? hehehe)

Tak pelak, sedikit mengalami gangguan karena aer yang cukup banyak membasahi daerah office..dan kali ini yang kebagian jatah adalah para OB dan bagian teknik yang turut membersihkan dan membuat office dapat segera ditempati untuk aktivitas seperti biasa. Usaha yang cukup padat di pagi hari Senin ini. Oiya ini foto atap jebolnya guys..

lautze367

Kejadian yang lain yang tidak disangka adalah LISTRIK nya matiii.. (Oh No !! seperti ucapan Ibu Dina Rahmi) gw lagi percobaan nih di Lab, eh tau-tau listriknya mati gitu secara tiba-tiba..Alhasil gw ga bisa melanjutkan eksperimen gw lah..So? kita berkumpul dan akhirnya menuju ke kantin untuk mencari aktivitas yang bisa dilakukan, yaitu: M – A – K – A – N

hahahaha

Yups, jam 10.50, kantin sudah diramaikan orang-orang yang memang ga bisa ngerjain apapun, Oiya bersamaan dengan jebolnya tuh atap, untuk sementara air di semua kran terpaksa dimatikan hingga jam 14.00 So bisa dibayangkan donk suasananya kayak apa? gelap ga ada aer..hahaha Primitif bangettt

Akhirnya setelah makan, gw ma beberapa temen keluar untuk sekedar melihat-lihat dan menikmati angin, kita duduk-duduk di gazeboo yang ada di belakang gedung. Alhasil ini dia foto-foto nya..hehehe, ada satu hal yang bisa diambil kesimpulan: Ga ada Listrik Gazeboo pun jadi 😛

lautze369

Oiya, di gazeboo juga bisa dijadiin tempat berekspresi dan mengungkapkan kegelisahan hati, seperti yang dialami ma temen-temen gw ini, Vero dan Deasy yang kayaknya lagi musuhan gituu (versi termehek-mehek ato versi reality show apaan yak?? hehehe)

lautze368

Setelah marahan selesai, tinggallah suasana keakraban, penuh canda tawa di gazeboo itu..

lautze370

lautze371

Tapi, ada satu kejanggalan lagi ni..setelah beberapa kejadian tak terduga, eh kita melihat tingkah aneh juga dari temen gw yang namanya Fani..ini nih keanehan dia:

lautze373

Pose yang aneh bukan?? Yupzz ga benget khan?? apalagi yang satu ini, koq dia cemberut sama taneman-taneman yang tanpa salah dan dosa..

lautze372

Dan satu yang ga bisa dipungkiri adalah: Gazeboo merupakan tempat untuk ber-Narciss ria..wakakak..Liat aja mereka yang sibuk foto-foto tapi entah pake handphone siapa..ada-ada ajahh

lautze374

iihh, koq Fani mengeluarkan tanduk yaa?? apa kebanyakan kena blitz foto yaa? wah jangan-jangan bener tuhhh.. Yang laen juga kayaknya ga mau kalah nih mau eksis poto-poto muluuu

lautze376

lautze377

lautze378

Bahkan, ekspresi kekanak-kanakan pun ga kalah terekspose oleh kamera handphone gw..Betapa tidak disangka begitu mudahnya melupakan banyak kejadian kelam di hari ini, Cha-Cha (bukan nama sebenarnya -Red.) dan Budi (nama samaran -Red.) melakukan permainan layaknya anak kecil yang sedang bermain bebas di pelataran rumah, liat saja gaya mereka..polos..lugu namun MEMALUKAN (maaf, saya harus berkata jujur walaupun menyakitkan hati kalian..wakakakaka). Ini dia fotonya:

lautze379

Pesan Moral yang bisa kita ambil: Gazebo ada baiknya sering dikunjungi agar kejanggalan-kejanggalan dapat diminimalisir..wakkaka (Pesan moral yang ga bermoral )

pisssss

Its about -PONARI-

Humm, sekarang gw mau menulis yang sedikit update dari dunia di luar gw (karena biasanya menulis apa yang gw alami doank -Red.)

Akhir-akhir ini, Masyarakat Indonesia khususnya di daerah Jombang, Jawa Timur sedang marak dengan fenomena kesembuhan dari dukun cilik yang bernama PONARI.

Siapa itu Ponari?

Ponari adalah seorang bocah cilik berusia 10 tahun yang mendapatkan “batu ajaib” seusai disambar petir. Dalam waktu sekejap saja, Ponari menjadi ikon yang tidak kalah populernya dengan selebriti ibukota. Banyak penduduk sekitar maupun dari luar Jombang berduyun-duyun untuk mencoba keampuhan dan kesaktian dari Sang Dukun Cilik ini.

Ada banyak kontroversi mengenai kesembuhan yang diterima oleh pasien-pasien Ponari. Fenomena apakah ini sebenernya? Dan yang tidak kalah serunya, batu yang lain yang diduga kembaran batu yang dimiliki Ponari juga ada di daerah yang sama dan dimiliki oleh Dewi. Apa yang terjadi di masyarakat kita?

Apakah masyarakat sudah muak dengan praktek kesehatan yang dilakukan dunia medis? Apakah ini merupakan akibat dari mahalnya pelayanan kesehatan yang tidak tersentuh oleh masyarakat? Apakah Air yang telah dicelup batu Ponari memang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan memberi jawaban bagi setiap persoalan? Apakah Ponari memang sudah menjadi ahli kesembuhan dari segala macam penyakit?

Apakah ini menandakan bahwa masyarakat lebih percaya hal-hal yang begitu ketimbangan pengetahuan logis? Apakah ini merupakan satu maksud pembodohan publik?  Apakah ini dan apakah itu??

Banyak pertanyaan di benak ini..

Sedang dilanda apakah bangsaku ini? Sedang ada fenomena apakah di jati diri negeri ini? Sedang kegandrungan apakah identitas masyarakat negeriku tercinta, Indonesia?

Bagaimanapun itu, apapun penjelasan nya..kita lihat saja..satu hal yang saya yakini : Kesembuhan hanya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.

itu ajah,

-Lau-

jadilah selembut AIR…

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, “Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau.Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati.”
 
Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.””Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”Seolah- olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit.Dan penyakitmu itu bernama, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.
 
Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.
 
Kita mengundang penyakit.Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecili tu memang wajar.
 
Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.
 
“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” kata sang Guru.”Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.”
 
Pria itu menolak tawaran sang Guru.”Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”
 
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.””Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati.
 
Ambillah botol obat ini.Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”Kini, giliran pria itu menjadi bingung.
 
Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun.Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengansenang hati.
 
Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.
 
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.
 
Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu. ” Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
 
Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar.Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur.
 
Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
 
Sang istripun merasa aneh sekali, “Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang.”Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnyapun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah.
 
Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu disekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah.
 
Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya diberanda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya,”Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkankamu. ” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua.Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami.”
 
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ? Ia mendatangi sang Guru lagi.
 
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu.
 
Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup.Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.
 
“Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang kerumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya.
 
Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.
 
Itulah sebabnya,ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!