Tahun Pemulihan dan Kelimpahan

Yess,

Gw meng-amin-i perkataan bahwa Tahun 2010 adalah tahun pemulihan dan kelimpahan. Sejak bulan Desember, kalo tidak salah ingat, Gembala sidang dari gereja tempat gw beribadah di kawasan Senayan (GBI), yaitu Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo sudah mendengung-dengungkan bahwa tahun 2010 adalah tahun pemulihan dan kelimpahan.

Dan itu yang bener-bener gw alami kawans,

Di akhir tahun 2009 kemaren, jelas tercatat dalam memori gw tentang adanya pemulihan itu dalam hidup gw dan keluarga gw. Dan, gw sendiri merasa bersyukur banget bisa dapet cuti panjang dan menghabiskan waktu banyak bersama keluarga gw di penghujung tahun itu.

Pemulihan merupakan awal dari proses menuju kelimpahan. Pemulihan berarti segala seuatu yang sempat diambil dan direbut oleh si jahat akan dikembalikan kepada kita dengan berlipat kali ganda. Apa yang sempat hilang dan dicuri harus dikembalikan berlipat kali.

Setelah gw merasakan pemulihan itu sungguh terjadi..kini saatnya kelimpahan mulai gw alami..

Mengapa tidak? ada satu momen yang membuat gw terpana melihat berkat-Nya yang dia kasih luar biasa dalam hidup gw..

APa ituu?? belum sekarang aku kasih tau yaa.. nunggu resminya dulu..Heheehehe..postingnya menyusul setelah resmi 😉

Saat kemaren (3/2) gw dapet telepon yang memberi kabar bahagia itu, gw langsung bahagia banget, dan tidak menyangka banget kalo gw bakal dapet berita bahagia mengenai hal itu..Lanjut setelah itu gw share kabar itu via email dan sms, terutama kepada papi, mami, dan cici gw (baca: ortu dan kakak).

Praise the Lord !!!

So, kawan.. mari, jangan cuma jadi pendengar bahwa tahun 2010 ini adalah tahun pemulihan dan kelimpahan, tapi alamilah itu dalam hidupmu dan bagikan  kesaksiaan itu bagi kawan-kawan mu.

Tuhan memberkati kita semua. Amin

Advertisements

tentang kerja keras dan menyikapi berkat

gw sedang digairahkan untuk banyak memahami apa arti bekerja keras dan menyikapi berkat dari Tuhan. Bahan yang sama ini juga telah gw bagiin di COOL kemaren, semoga bisa menjadi berkat buat teman-teman semua..

Apa yang gw pelajari setidaknya bisa memberi hal yang baik yang bisa diaplikasikan dalam hidup semua orang. Memang, sebagian besar bagian yang gw pelajari adalah dari Alkitab. Namun, semua hal yang nanti akan gw share ini bisa diambil pesan masing-masing untuk direnungkan dan diterapkan dalam hidup.

perahu Ada sebuah kisah tentang seorang nelayan yang telah semalaman mencari ikan namun tidak berhasil memperoleh apa-apa. Mereka gagal menangkap satu ekor ikan pun dari danau situ. Dan karena pagi telah datang, mereka mulai merapikan jalanya untuk dipakai lagi pada malam nanti. Namun, di tengah-tengah mereka sibuk merapikan jalanya. Yesus melihat 2 perahu itu yang berada di tepi pantai dan DIA mendekati mereka dan naik ke salah satu perahu itu dan menyuruh salah satu nelayan yang bernama Simon untuk menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Kepada Simon itu, DIA berkata bahwa “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkalah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawabnya, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memanggil teman-temannya di perahu lain dan mereka membantunya. Ketika melihat itu, Simon langsung tersungkur dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku karena aku ini orang yang berdosa.” (inti cerita diambil berdasarkan Kitab Lukas 5:1-11)

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah tersebut.

  1. Tuhan melihat 2 perahu yang terdapat di tepi pantai. Walaupun di pantai itu banyak orang dan bahkan dibilang kerumunan orang, namun Tuhan melihat ke 2 perahu itu. Ini menunjukkan bahwa TUHAN memperhatikan kehidupan kita yang sedang mengalami kegagalan. TUHAN memperhatikan dan tahu persis kondisi kehidupan kita karena kita ini Ciptaan-Nya.
  2. TUHAN menyuruh Simon untuk menebarkan jala. Mengapa demikian? Orang yang gagal cenderung lebih gampang untuk mendengarkan nasehat.
  3. Apa kira-kira yang dirasakan Simon saat dia disuruh untuk menebarkan jala? Kemungkinan besar, Simon merasa marah, kesal juga sungkan atas perintah tersebut. Jawaban yang keluar dari mulutnya adalah: ” ..telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak mendapat apa-apa.” (lihat Mazmur 127:2). Kita perlu mengandalkan TUHAN dan tidak cukup hanya bekerja keras saja. TUHAN tidak tergesa-gesa untuk memberikan solusi di saat Simon gagal. Namun, TUHAN terlebih dahulu membangun iman Simon karena iman merupakan kunci untuk meraih keberhasilan.
  4. Setelah perintah dikerjakan, Simon mendapatkan banyak sekali ikan. Berkat diterima saat perintah TUHAN kita lakukan dalam hidup kita. TUHAN tidak pernah berspekulasi dalam memberikan petunjuk dan TUHAN juga tidak memberi perintah yang salah. Petunjuk-NYA selalu tepat. Kuncinya, kita mau tidak menuruti petunjuk-NYA.
  5. Jala mereka mulai koyak saat menangkap ikan. Kita pasti menerima berkat yang tidak tanggung-tanggung. Berkat yang TUHAN sediakan luar biasa bagi setiap kita. Hanya saja satu perkara yang timbul, bisakah kita menikmati berkat yang luar biasa bilang. Raja Salomo sendiri menyimpulkan dalam kitab nya bahwa kehidupan dan segala yang ada di bawah matahati adalah sia-sia belaka, hanya merupakan usaha menjaring angin. Berkat bisa berubah menjadi sia-sia saat kita salah menyikapi atau menggunakan berkat tersebut.
  6. Namun hal itu tidak terjadi bagi Simon. Dia memanggil teman-teman nya untuk membantunya. Simon tidak disuruh untuk memanggil teman-temannya namun dia berinisiatif memanggil teman-temannya. Berkat yang besar seringkali membuat keserakahan kita timbul dan cenderung tidak mau berbagi. Tetapi, kita tidak boleh demikian. Kita harus bisa berbagi dengan teman-teman kita atas segala berkat TUHAN yang dilimpahkan pada kita.
  7. Saat melihat itu semua. Simon tersungkur di depan YESUS dan berkata bahwa dia orang berdosa. Apakah saat kita mengalami berkat kita masih ingat pada Sang Pemberi Berkat itu?

TUHAN memberi kita hati supaya kita bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. TUHAN juga memberikan kita telinga untuk mendengar dan mata untuk melihat segala sesuatu yang bisa membuat kita menjadi lebih baik. Saat ini, jika kita masih bersikap dan berperilaku yang tidak baik, mari kita mulai berubah, dan perubahan itu harus dimulai dari sekarang dari hal yang paling kecil sekalipun.

Have a nice weekend and Blessed Saturday friends..

Cangkir Cantik

cangkir1Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
 
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
 
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !”
lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan
teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”
 
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop !
 
Aku berteriak. Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku.
 
Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
 
Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.
 
“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
 
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda

Berkat TUHAN dalam setiap Masalah Hidup (Part II)

“THANKS GOD for Nice DAY in September”..

Itu status yang gw pasang mulai tanggal satu September di Lotus Sametime (ato biasana disingkat jadi ST ajah). Ini salah satu jenis software yang dipake di perusahaan gw yang bisa digunakan untuk chatting intranet ke sesama operator (eh salah ini mah iklan AXIS denk) ke temen2 ato rekan kerja dalam lingkup Dexagroup.

Di bulan September ini aku juga dapet bukti dari kata-kata tersebut..setidaknya aku jadi makin dikuatkan..aku makin percaya kalao judul di atas tulisan ini akan terus menerus bersambung hingga serentetan berkat Tuhan yang disediakan Nya itu tercurah bagi gw dan keluarga gw..

Dan ini berkat permulaan, mengapa? karena saya percaya ini baru sebagian kecil dari rencana Nya yang luar biasa indah..mau tahu apa berkat permulaan dari Tuhan dalam setiap permasalahan hidup yang gw alami? Ini dia.. (semoga membangkitkan semangat, kekuatan, dan memberi motivasi untuk kita semua agar tidak pernah menyerah kepada yang namanya keadaan dan masalah)..

Tanggal 15 September 2008, gw diberi kesempatan untuk belajar mnyusun budget departemen DLBS. Bersama para senior2 gw (Pak Asep, mba Poppy, Ci bibie) yang tentunya mereka-mereka ini dah lebih banyak makan asam garam dalam hal per-BUDGET-an..hehehe..

Keesokan harinya, pak Raymond (kalo yang dah pernah baca tulisan gw pasti tau lah ya siapa dia..hehehhe) menelpon gw dan berkata kalau dia kirim strategic map untuk tahun depan sambil menjelaskan secara umum tentang langkah penyusunannya..nah di akhir pembicaraannya pak ray bilang kalo dia punya kabar bagus untuk gw, tapi nanti aja katanya akan dikasi tau pas dia datang ke cikarang..dan gw cukup sabar menunggu..

Di Hari rabu (17 Sep 08), rekan kerja gw di DLBS (Dina Rahmi) mengatakan lewat chat by ST bahwa gw akan dapet kabar baek..nah gw bingung dah..kabar baek apaan sih bu? gw bilang gituu..ternyata dia juga menerima kabar baek dari pa Ray pas hari itu, dan dia bilang kalo ntar pa Ray ke cikarang gw bakal dikasi tau..oo..ya oke lah..gw akan tunggu kabar bagus itu…

Tapi, namanya juga manusia..dikasi tau bakal dapet kabar bagus ya pasti pengen tau secepet2nya toh? ya gak? makanya gw mencoba untuk cari tau sendiri dulu tentang kabar baek itu..gmn caranya? karena akhir-akhir ini (maksudnya pas Agustus-September ini) gw sedang bergumul ttg kerjaan gw..ya gw cari tau nya di portal dari perusahaan gw..disitu gw dapetin bahwa possition title nya koq dah ganti yaa..tadinya assistant scientist koq dah berubah associate scientist..dan gw berucap Thanks God!! mungkin ini yang akan disampaikan oleh pak Ray pas ntar dia k cikarang..

Sekilas tentang resolusi gw tahun 2008, gw sempet punya resolusi kalo di tahun 2008 ini gw harus udah jadi associate scientist dan gw pasang tuh resolusi di stereofoam di tembok kamar kos gw..Tapi seiring bertambahnya waktu gw melihat kayaknya ga bakal kecapai nih resolusi itu..akhirnya gw copot deh tuh resolusi pas Agustus (setelah gw dah 2 tahun bekerja)..dan gw mulai bergumul ttg kerjaan gw..apakah gw harus mulai mencari-cari tempat baru atao stay tetep disini..Thats yang gw alami sebelumnya.

Nah otomatis donk gw sedikit terkejut..jawabannya tepat pada waktunya..Beberapa temen gw pernah bertanya apakah rencana gw ke depannya di pekerjaan? dan gw cuma jawab dan menetapkan batas-batas waktu untuk gw mengambil langkah:

  1. Setelah gw 2 tahun bekerja (14 juli 2008) apa yang akan terjadi..
  2. Setelah bulan September apa yang akan terjadi (mengingat kenapa sampe September? karena gw pernah ikut program pendidikan management di kantor gw dan gw membayar sebesar 25% dari total biaya pendidikan..Nah pas sudah selesainya, gw dapet juara II jadi uang yang gw bayarin akan dikembalikan lagi ke gw setelah cicilan lunas dan kalo diitung-itung itu pas di bulan September 2008 akan dibalikin).

Dari kedua batasan tersebut gw sudah melampaui yang juli dan gw agak sedikit kecewa sih waktu itu..makanya sampe tulisan resolusi 2008 itu gw copot dari singgasananya..hehehe

But Tuhan kita tidak pernah berhenti untuk mendengar toh? DIA Tuhan yang tidak jemu-jemu mendengar setiap keluh kesah dan keinginan hati anak-anakNya..Dan di bulan September ini gw dapet kejutan itu..

Pas hari senin, tanggal 22 September kemaren, Pa Ray manggil gw ke ruangannya..dan gw dah menebak akan diberi tau kabar bagus itu..Awalnya sih cerita-cerita ttg kemajuan project gw dan beberapa hal lain..Tapi akhirnya dia menyodorkan kertas rangkap tiga dan dia menjelaskan bahwa dia sudah mengajukan permohonan kenaikan jabatan untuk gw dan telah disetujui oleh pak FAS (Managing director di perusahaan gw)..dan dia menerangkan nya dan gw tanda tangan deh di kertas itu..Thanks GOD !!

dan pas hari ini, 23 September 2008 gw pindah deh di lantai atas, mengingat kerjaan gw juga yang dah di atas ya udah dehh boyongan tuh pagi2 bawa2 barang2 yang ga sedikit..hehehe..itu berkat permulaan yang gw rasain di bulan September ini.. 

Pesan Moral: orang yang bermoral akan memberi pesan moral yang bermoral agar dia bisa memper-moral orang-orang yang hendak menjadi bermoral (apaan sehh..dah ga jelas..gini nih kalo nulis di blog sambil disiram aliran udara dari AC yang dinginnya minta ampun)..wakaka..

So..nantiin berkat2 laennya juga..

Tetap kuat dalam setiap masalah..hidup akan jadi lebih tak berarti saat hidup kita biasa-biasa saja..hidup akan lebih berwarna saat kita bisa menghadapi masalah dengan sikap hidup yang benar (lau-Tze quote)