di Timur Matahari

Sebuah karya Alenia kembali menggelitik saya untuk melihat film karya anak bangsa yang jelas mengangkat issue bahkan keindahan tanah air kit, Indonesia..

Let me share to you..

Hari Sabtu-Minggu kemarin, 16-17 Juni 2012, saya berada di kos cici saya di Bandung… Nah, sempet melihat cuplikasi behind the scene dari film “Di Timur Matahari” di salah satu stasiun TV. Pada hari Sabtu sih sudah melihat posternya di bioskop Galaxy 21 Kings.. Tapi karena background filmnya sendiri saya belum tahu, jadi tidak ada minat untuk menonton itu..

Nah, pas setelah liat tayangan Behind the Scene inilah, saya mulai tertarik.. kenapa saya tertarik?

1. Film ini digarap oleh Alenia, yang sudah banyak melahirkan beberapa film yang sarat muatan positif, terutama untuk kalangan anak. Film-film seperti “Denias”, “King”, “Tanah Air Beta”, dan “Serdadu Kumbang” merupakan film- yang saya pernah tonton juga πŸ™‚

2. Film ini ditayangkan sebagai hiburan untuk anak-anak yang sedang liburan sekolah. Otomatis, ceritanya tidak akan ribet dan easy to understanding πŸ˜‰

3. Film ini mengusung tema tentang issue di Papua. Mengangkat tema adanya peperangan dan penembakan yang terjadi di Papua. Tentu saja, film ini juga berlatar belakang budaya di Papua, yang saya tentu belum pernah tau karena menginjak tanah Papua saja pun saya belum pernah πŸ™‚

Dari sekian banyak alasan tsb, saya pun memutuskan untuk nonton pelem ini. Saya ajak cici saya buat nongton bareng, target cinema yang kami incar adalah di EMPIRE, Bandung Indah Plaza.

Sebelum nonton film, kami “nyemil” dulu di Bakso Malang Enggal yang terletak di Pasteur. Bakso Malang ini adalah salah satu kesukaan saya saat saya maen ke tempat Cici saya, rasanya pas.. harganya pass πŸ™‚

Film “Di Timur Matahari” diputar jam 12.30 di studio 4. Memang tidak full karena kalah saing dengan Madagascar 3, dimana anak-anak pasti milih film kartun itu, hehehe..

Berikut ulasan saya mengenai film tsb..

Let me share to you..

Film ini untuk kategori film anak-anak memang agak berat muatan pesan moralnya. Namun, sebagai penikmat film Alenia, saya merasa puas nonton film ini.

Film yang mengangkat Papua dari segi adat, kekayaan alam, serta keindahan geografinya.. “Di Timur Matahari” ini merupakan film yang mengangkat issue perang antar-suku yang sering terjadi di sana. Konflik yang dibangun dalam film ini pun cukup beragam, mulai dari konflik rumah tangga (suami-istri), konflik dengan tetangga, hingga konflik antar-suku.

Pesan-pesan yang kental saya dapati di film ini adalah posisi seorang Pendeta yang begitu mengambil peranan dalam suku, sehingga nasihat nya kurang lebih bisa menjadi masukan.. Pengabdian seorang dokter yang ditampatkan di pedalaman.. Keceriaan anak-anak lugu tanah Papua.. Pendidikan yang merupakan hal “mahal” yang jarang sampai di ujung Timur Indonesia..

Tak terasa, beberapa kali air mata ini pun menetes jatuh dari mata saya ketika menonton film ini.. Scene saat seorang Mazmur (Simson Sikoway) yang termenung di atas pohon setelah mendengar ayah-ibu nya bertengkar di rumah, saat Mazmur harus melihat dengan mata sendiri bahwa ibunya memotong ruas jari tangannya, saat anak-anak kecil mencoba bernyanyi untuk menghentikan perang suku.. Saat anak kecil terus-menerus meminta tolong kepada Dokter Fatimah (Ririn Ekawati) untuk menyembuhkan ayah mereka yag terluka karena perang.. Saat api membumi-hanguskan kampung penduduk..

Yaps, kental nuansa emosional di film ini.. Film yang menggugah rasa empatik, menurut saya.. Namun, di film ini juga saya merasakan keceriaan yang terjadi saat Mazmur dan anak-anak kecil lainnya menghindar dari dokter yang datang hendak menyuntik, saat anak-anak berhasil “mencuri” aki untuk bahan charger HP, hingga celoteh ringan Mazmur saat makan malam bersama πŸ™‚

Saya pun berkesimpulan bahwa apa yang digarap oleh Alenia ini selalu menyertakan hati.. sebuah pesan kuat yang menjadi inspirasinya..

Teruslah mewarnai perfilman Indonesia dengan karya-karya cemerlang yang mengandung sisi positif, khususnya untuk generasi penerus bangsa πŸ™‚

Salut untuk “Di Timur Matahari”

mai wiken

Kembali lagi di opera van der walls (nah loooh koq berbau-bau kimia gini nih..) Hehehe.. tenang saja kawan, seperti biasa, jadwal hari Senin pagi adalah bercerita tentang weekend gw..

Let me share to you..

Weekend kali ini gw sudah pergi ke Jakarta di malam hari πŸ˜€ tentunya setelah report gw beress….

Hari Sabtu (1/5), hari ini dikenal dengan β€œMay Day” alias hari buruh internasional.. Namnya juga hari buruh, tidak heran jika ada banyak demo-demo para buruh di Jakarta.. Hehehehe

Tapi gw sedang tidak ingin membalas tentang hal itu, karena sesuai judul posting ini, gw akan membahas tentang ironman  Film yang ditunggu-tunggu ini akhirnya bisa gw tonton di hari Sabtu setelah Jumat dia mulai tayang di Indonesia..

Gw nonton film Ironman 2 ini di Blitz Megaplex yang ada di Central Park (yang gw pernah kasidikit ulasannya di posting sebelom ini).. Heeumm.. bener-bener gede nih studio nya, dengan ornament dan lampu-lampu yang menarik :

Oiya disini tempat beli tiketnya disatukan dengan tempat jajan juga loooh..

Dan yang hebat nih studionya guueedeee bangeeettt. Kayaknya sebaris aja ada 40 kursi tuuh. Posisi tengahnya aja ada di 21-22 (gw dapet duduk di baris B-21 auditorium 2).

Film ironman 2 ini kereen menurut gw, adegan action robot-robotnya bagus, lebih beragam, jadi menikmati sadja, Cuma ada bagian-bagian yang terlalu bertele-tele nih, jadi sempet agak ngantuk juga siih.. But, overall, ciamik laaah, gak salah dinanti-nanti πŸ˜‰

Oiya, sebelom nonton, sempet makan siang dulu nih di Mie tarik Laiker.. Tapi gw salah pilih menu nih, yang gw pilih mie tarik ayam kangkung,, not so good nih rasanya, huhuhuhuhuuu πŸ˜€

Abis nonton, jalan-jalan deh ke taman anggrek.. tapi gak nemu apa-apa siih, alhasil Cuma makan pancake deh di pancious  Tempatnya kurang cozy nih, trus kayaknya porsinya lebih kecil dibandingkan sama Pasific Place nih,, hehhhee

Pulang ke kos Intan, acara makan-makan kembali lanjutt, menu makan malam bersama kali ini adalah fettucini buatan chef Ntin, hehehee.. nampolll

Malam harinya, ngeluyur alias begadang di i-sing deeh, daerah Pluit.. Oiya nyobain maen bilyard juga nih disini.. serruuu, tapi belom bisa nyodok bagusan πŸ˜€

Pulang dari karaokean baru jam 01.30 dini hari tuuh.. eeh makan lagiii di warung desa, ck ck ck .. gimana nih perut bisa kempes yaaa,,wakakkaa

Hari Minggu (2/5), gw ke Gereja (GBI)Β di JCC. Abis itu sepulang ibadah, makan bersama kembali menunggu di Intan. Menu kali ini adalah shabu-shabu jadi tinggal celap-celup aja yang mau dimakan.. Yummyy.. (ga ada sesi poto-poto).

Gw cabut dari Jakarta jam 14.00 naek bis Lippo deh karena tujuannya mau ke lippo ambil kacamata, eh tertarik nonton Shutter Island,, heuum pilm yang bikin bingung.. lagi males mikir nih, wakkakaaa… udah aja deh segini dulu….

Sekian liputan seputar weekend kali ini, nantikan liputan weekend selanjutnya hanya di lautze.wordpress.com.

Laurent menyusun naskah di hari minggu malam, di atas kasur ber-sprei-kan motif bendera amerika dengan mata yang sudah agak sayu, mengantuk beraattt  zzz……zzz….zz…..

The Book of Eli

Film yang terakhir gw tonton adalah “The Book of Eli”

Let me share to you..

Weekend kemaren juga, pas hari Sabtu siang (17/4), setelah makan di Kinnotaki, gw mau nonton pelem.. Maklum dah lama weekend tanpa movie.. So, naek lah ke lantai 5 ke Studio 21 nya Plangi.. Diliat ada film Studio 1 nya judulnya :The Book of Eli” Heumm.. gw gak tau pelem ini modelnya seperti apa, gak pernah denger dan menanti-nantikan juga siih karena trailernya juga gw ga pernah tau πŸ™‚ Filmnya sih dibintangi sama Denzel Washington:

So.. masuk deh jam 16.55 kalo gak salah tuh jam mulainya.. dapet tiket di B-7 .. my luvly number πŸ˜‰

Filmnya sih alurnya bikin pusing sampe pertengahan film, gw belom nangkep sebenenya nih film tentang apaan.. Baru deh setalh memahami lebih lanjut dan liat film nya, jadi tau kalo sebenernya ini film tentang penyelamatan sebuah Alkitab yang tinggal satu-satunya setelah masa perang dan ternyata Alkitab yang diselamatkan itu adalah Alkitab untukorang buta alias pake hurup2 Braille..

Ratingnya?? kasi 5 deh dari skala 10.. so sorry

My Name is KHAN

Weekend kemaren (13/3), gw menghabiskan waktu dengan menonton film dan makan tentunya πŸ™‚
Β 
Let me share to you..
Β 
Sabtu siang, gw mulai menjejakkan kaki lagi di area Senayan.. pilihan tempat nonton jatuh di Plasa Senayan. Film yang gw tontong kali ini adalah “My Name is Khan“.
Film yang berlatar belakang banyak intrik dan issue-issue yang sedang marak di dunia kita. Dari judul dan posternya, kita pasti bisa menebak bahwa film ini adalah film India, alias Bollywood punya.
Β 
Film ini mengisahkan tentang seorang bernama Khan (not Kan, but Khan.. suaranya harus didorong dari tenggorokan mu kawan, hehehehe) yang memiliki sedikit gangguan dalam tubuhnya. Namun, tidak disangkali gangguan itu sama sekali tidak mempengaruhi kecerdasan otaknya dan ketulusannya dalam berperilaku.
Β 
Khan adalah seorang muslim India yang tidak terlalu sering mempermasalahkan perbedaan. Film yang berdurasi 3 jam ini menyuguhkan kisah berbeda dari film-film India pada umumnya, yang hanya banyak menyuguhkan tari-tarian dan nyanyian serta joget ala India. Film ini jauh lebih dari itu. Kerenn dan salutt untuk film ini !!!
Β 
Film ini mengangkat issue politik di Amerika tentang terorisme, tentangkeberadaan orang India terutama yang beragama Muslim. Film ini juga berisi pesan moral kemanusiaan yang bagus tentang sikap saling menolong tanpa harus memandang agama dan latar belakang orang yang kita tolong..
Β 
Two thumbs up deh buat film ini πŸ™‚ πŸ™‚
Β 
My name is Khan and I am not a terorist…”
Β 

Wolf Jackson in the Wonderland

Hehehee..

Judul posting kali ini cukup nyentrik ga siih (wakakak, gak yaa)

Eits itu bukan film terbaru yang gw tonton yaa.. jadi, jangan mencoba mencari judul film di bioskop yang memunculkan potser dengan judul seperti judul postingan ini ya kawan πŸ˜‰

Ini tiga film yang terakhir aku tonton (2 film ku tonton pada 19 Feb dan satunya pas weekend kemaren)..

1. The Wolfman

Film ini berkisah tentang manusia keturunan serigala gitu.. Jadi kalo dia kena gigitan serigala maka pas bulan purnama muncul ya dia bisa menjadi buas dan galak seperti serigala dan tidak segan untuk membunuh orang-orang.

My Comment: Humm.. setengah film ini gw ngantuk tuuh.. ratingnya dari skala 1 sampe 10 gw kasih 6 ajah deh πŸ˜€

Oiya film ini banyak slot adegan yang bikin kaget looh, tapi kagetnya gak guna.. Maksud gw kagetnya jayusss.. wakakkakaka

Kayak pelem horor jadinya tapi horor garing..

So kalo mau nonton tapi gak ada pilihan laen baru deh nonton pelem ini πŸ˜›

2. Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief

Filmnya mengambil setting jaman romawi gitu, jadi ceritanya tentang Dewa-Dewi Yunani-Romawi gitu deh.. ada Zeus, Hades, Arthemis, dsb.. jadi dikisahkan bahwa pada periode tertentu itu para Dewa/Dewi ada yang turun ke bumi dan menikah dengan manusia, jadi deh anaknya itu setengah dewa setengah manusia, Demigod, nah salah satunya itu si Percy Jackson itu kawan.. Dia merupakan anak dari Dewa Laut, Poseidon πŸ™‚

Filmnya seru, effect nya juga oke, tapi ada skenarionya yang kurang maximal menurut gw, jadi kurang gregett daah..Masa Hades matinya gampang banget, wakakaaka

Skornya gw kasih 7 deh dari skala 10 πŸ™‚

3. Alice in the wonderland

Sama dengan Wolfman.. separo film ini juga gw tertidur pulass.. hehehe

Ceritanya sih lucu setelah separo film, mengisahkan ada seorang gadis yang mau dilamar trus tiba-tiba masuk dalam dunia wonderland yang ada makhluk-makhluk ajaib dengan berbagai karakter, ada kucing yang bisa tersenyum dan menghilang, ada kelinci, tikus, dsb.

Film nya biasa ajah sih menurut gw, bahkan inti yang ingin disampaikan nya kurang kuat..

Sayang sekalii πŸ˜€

ratingnya :6 juga deeh